All posts by mfahrulrozi

ORGANISASI KOMPUTER DASAR

Arsitektur dan Organisasi Komputer

Dalam penjelasan sistem komputer, diperlukan perbedaan antara arsitektur komputer dan organisasi komputer. Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut sebuah sistem yang tampak bagi seorang pemrogram. Atau arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. Contoh atribut arsitektur komputer adalah set intruksi, jumlah bit untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data, mekanisme I/O, dan teknik-teknik pengalamatan memori. Tujuan seorang arsitek komputer adalah merancang sebuah sistem dengan kinerja tinggi dengan biaya yang layak, serta dapat memenuhi persyaratan karakteristik komputer lainya.

Organisasi komputer berkaitan dengan unit-unit operasional dan interkoneksinya yang merealisasikan spesifikasi arsitektural. Organisasi komputer memberikan gambaran yang lebih dalam mengenai struktur fungsional dan interkoneksi logika-logika antar unit-unit. Organisasi komputer meliputi rincian hardware yang dapat diketahui pemrogram, seperti sinyal-sinyal kontrol, interface komputer dan peripheral, dan teknologi memori yang digunakan.

Dua komputer dengan arsitektur yang sama dapat saja mempunyai organisasi yang berbeda, demikian pula sebaliknya. Sebagai analogi dimana seorang arsitek menggambar denah untuk dua rumah namun material bangunan yang digunakan dapat saja berbeda untuk membangun kedua rumah tersebut. Jadi, di dalam perancangan sebuah komputer, yang pertama diterapkan adalah arsitekturnya, baru memutuskan organisasinya.

Suatu sistem komputer terdiri dari lima unit struktur dasar, yaitu:

  • Unit masukan (Input Unit)
  • Unit kontrol (Control Unit)
  • Unit logika dan aritmatika (Arithmetic & Logical Unit / ALU)
  • Unit memori/penyimpanan (Memory / Storage Unit)
  • Unit keluaran (Output Unit)

Control Unit dan ALU membentuk suatu unit tersendiri yang disebut Central Processing Unit (CPU). Hubungan antar masing-masing unit yang membentuk suatu sistem komputer dapat dilihat pada gambar berikut:

 

image[5]

 

Referensi :

Advertisements

EVOLUSI ARSITEKTUR KOMPUTER

Arsitektur komputer ialah suatu ilmu dan juga seni tentang tata cara interkoneksi antara berbagai macam komponen perangkat keras atau hardware agas bisa melahirkan sebuah komputer melengkapi kebutuhan fungsional, kinerja dan juga target keuangannya.

Dalam hal bidang teknik komputer, artsitektur komputer diartikan sebagai suatu ilmu yang tujuannya adalah untuk merancang sebuah sistem komputer.

Klasifikasi Arsitektur komputer

1.Arsitektur Von Neumann

Arsitektur Von Neumann adalah arsitektur komputer yang menempatkan program (ROM=Read Only Memory) dan data (RAM=Random Access Memory) dalam peta memori yang sama. Arsitektur ini memiliki address dan data bus tunggal untuk mengalamati program (instruksi) dan data. Arsitektur von Neumann atau Mesin Von Neumann merupakan arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann pada tahun 1903-1957. Yang mana  hampir semua komputer saat ini menggunakan Arsitektur buatan John Von Neumann. Arsitektur Von Neumann ini   menggambarkan komputer dengan empat bagian utama yaitu:

  • Unit Aritmatika dan Logis (ALU),
  • Unit kontrol (CU)
  • Memori
  • Alat masukan I/O

Diagram Arsitektur Von Neumann

 download

 

2.Arsitektur Model Harvard

Arsitektur Harvard memiliki dua memori yang terpisah satu untuk program (ROM) dan satu untuk data (RAM), yang mana arsitektur ini merupkan kebalikkan dari arsitektur komputer model von nuemann, jika von neuman mengabungkan ROM dan RAM menjadi satu maka arsitektur harvard maka kedua memori tersebut dipisahkan.

Pada arsitektur Harvard, overlaping pada saat menjalankan instruksi bisa terjadi. Satu instruksi biasanya dieksekusi dengan urutan fetch (membaca instruksi ), decode (pengalamatan), read (membaca data), execute (eksekusi) dan write (penulisan data) jika perlu. Secara garis besar ada dua hal yang dilakukan prosesor yaitu fetching atau membaca perintah yang ada di memori program (ROM) dan kemudian diikuti oleh executing berupa read/write dari/ke memori data (RAM). Karena pengalamatan ROM dan RAM yang terpisah, ini memungkinkan CPU untuk melakukan overlaping pada saat menjalankan instruksi. Dengan cara ini dua instruksi yang beurutan dapat dijalankan pada saat yang hampir bersamaan. Yaitu, pada saat CPU melakukan tahap executing instruksi yang pertama, CPU sudah dapat menjalankan fetching instruksi yang ke-dua dan seterusnya. Ini yang disebut dengan sistem pipeline, sehingga program keseluruhan dapat dijalankan relatif lebih cepat.

Diagram Arsitektur Model Harvard

mikro2

Kelebihan Arsitektur Komputer Model Harvard

  • Bandwidth program tidak mesti sama dengan bandwidth  data
  • Opcode dan operand dapat dijadikan dalam satu word instruksi saja
  • Instruksi dapat dilakukan dengan lebih singkat dan cepat
  • Memori program dan data yang terpisah,  maka kavling total memori program dan data dapat menjadi lebih banyak.

Kekurangan Arsitektur Komputer Model Harvard

  • Arsitektur Harvard tidak memungkinkan untuk menempatkan data pada ROM.
  • Arsitektur in tidak memungkinkan untuk mengakses data yang ada di ROM

 

Referensi :

 

RANGKUMAN TUGAS ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI (AMPLIFIER)

5.4 Amplifier Common-Emitter (CE)

Amplifier CE dengan rangkaian output dan input tertala ditunjukkan dalam. G dan C4 adalah kapasitor pemblokir dc dengan reaktans yang dapat diabaikan pada frekuensi tinggi. Resistor bias RBIAS memasok arus bias ke base, dan ini dapat juga dianggap mempunyai pengaruh yang dapat diabaikan terhadap kinerja pada frekuensi tinggi. sumber sinyalnya ditunjukkan sebagai pembangkit anis ekivalen is dan Rs. Rangkaian ekivalennya, yang menggunakan rangkaian ekivalen hybrid-lt untuk transistor

image042

image044

Dari rangkaian ekivalen  dapat dilihat bahwa resistans output transistor dan resistans beban-nya berada dalam keadaan paralel dengan rangkaian tertala outPut. Kapasitans outpttt transistor, yang ditunjukkan sebagai C”, paralel dengan kapasitans penala rangkaian C2 dan akan merupakan bagian dari rangkaian resonan.

5.6 Amplifier Common-base

Efek kapasitor umpan balik ccU dapat dinul-kan sama sekali dengan menghubungkan transistor dalam konfigurasi comidon-base, rangkaian ekivalen sinyal kecil G. Dengan ragam pengoperasian ini, ccU tampak paralel dengan kapasitans output Cc dan karena itu tidak menyumbang kepada kapasitans input. Input resistans-nya aJgm di mana oco = ßJ(ß0 + l)

Oleh karena itu maka resistans input untuk rangkaian CB jauh lebih kecil daripada yang untuk rangkaian CE yang diberikan oleh ßJgm. Kapasitans input-nya adalah Ceb/ = Cue. Resistans output untuk rangkaian CE timbul di antara kollektor dan emitter. Ini lebih tinggi daripada resistans output CE dan dapat ditunjukkan diberikan oleh rcCB ßorcCE. Karena nilainya yang sangat tinggi, resistans output dapat diabaikan bagi kebanyakan maksud praktis. Rangkaian ekivalen yang disederhanakan

image016

image018.jpg

Akan terlihat bahwa pada resonansi tidak ada penggeseran fase dengan amplifier CB, yang kontras dengan amplifier CE yang menggeser fase 1800. Besarnya gain itu adalah kurang lebih sama bagi kedua konfigurasi.

Sebagaimana yang ditunjukkan dalam bagian berikut, penguatan daya tahap CB yang tersedia lebih rendah dari yang untuk tahap CE, yang membatasi kegunaannya sebagai amplifier ujung depan.

5.7 Penguatan daya yang tersedia

Dalam bagian 4.15 ditunjukkan bahwa penguatan daya tinggi tersedia diperlukan untuk mempertahankan faktor noise rendah dengan amplifier cascade (formula Friis). Perkiraan mengenai penguatan daya amplifier CB dan CE tersedia itu dapat dibuat sbb.

image043.jpg

5.8 Amplifier Cascade

Amplifier Common. emitter dan common-base dapat dikombinasikan untuk membentuk sebuah unit amplifier yang mempunyai penguatan daya tinggi dan stabil. Unit kombinasi ini dikenal sebagai amplifier cascode (kata ini merupakan pusaka dari teknologi tabung vakum, di mana rangkaian aslinya menggunakan tahap cascade common-cathode dan common-grid).

Sebuah amplifier cascode dasar ditunjukkan dalam Gb. 5.8.1 di mana komponen bias-nya dibuang untuk penyederhanaan. Kedua transistor itu membawa amstoTéktor yang sama dan karena itu akan mempunyai transkonduktans yang sama pula. Beban éfektif- yang tampak pada tahap CE adalah resistans input tahap CB, yaitu ao/gm. Maka, penguatan tegangan tahap CE adalah gmuJgm = ao, atau hanya sedikit kurang dari unity. Ini berarti umpan balik itu tidak akan cukup untuk menimbulkan osilasi. Penguatan tegangan tahap CB adalah gmZL, dan karenanya penguatan keseluruhan tegangan-nya adalah OtogmZL = gmZL. Tahap CB stabil sesuai dengan pembawaannya, sebagaimana yang didiskusikan terdahulu, jadi keseluruhan amplifier itu stabil.

Input resistans tahap CB adalah rbe. Maka secara keseluruhan amplifier cascode itu memiliki ziri„ciri kinerja yang serupa dengan yang dimiliki oleh amplifier CE tetapi dengan kestabilan (dan perhatikan, tidak ada perubahan fase 1800), dan karena itu penguatan tegangan tersedia tinggi.

5.9 Rangkaian Ekivalen Hybrida-lt untuk FET

Dalam banyak hal  Field Effect Transistor (FET) lebih sederhana dari bipolar junction transistor (BJT) karena sangat tinggi-nya impedans input yang diberikan oleh gerbang kontrol. Rangkaian 3kivalen hybrid-Tt diperlihatkan dalam Gb. 5.9.1. Di sini, eksternal terminal diberi label G untuk gate (gerbang), S untuk source (sumber), dan D untuk drain (pembuangan). Analisis rangkaian yang nemanfaatkan FET berlangsung dengan cara yang menyerupai cara BJT yang menggunakan rangcaian ekivalen hybrid-fl.

image059.jpg

5.10 Rangkaian pencampur (Mixer)

Mixer digunakan untuk mengubah sinyal dari satu frekuensi ke frekuensi lain. Ada sejumlah alasan mengapa pengubahan frekuensi itu diperlukan, dan kenyataannya sejumlah proses mixing dipergunakan dalam penerapan khusus, yang tampil dengan nama berbeda. Modulasi, demodulasi, dan multiplikasi frekuensi merupakan beberapa contoh ini, yang akan diliput dalam bab kemudian. Istilah mixer pada umumnya dicadangkan untuk rangkaian yang mengubah sinyal frekuensi radio ke suatu nilai madya (yang dikenal sebagai intermediate frequency atau IF) dan yang memerlukan masukan dari sebuah asilator lokal (LO = local oscillator) untuk melakukannya.Ciri umum rangkaian ini diliput dalam bagian ini.

Beberapa tipe mixer (terutama yang digunakan untuk microwave) tersedia dalam bentuk unit paket, dengan masukan ports yang berlabel RF dan LO dan output port berlabel IF. Dalam aplikasi penerima tertentu rangkaian osilatornya merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian mixer, dan hanya masukan RF dan output IF sajalah yang siap untuk dapat dikenali. Semua rangkaian mixer memanfaatkan kenyataan bahwa apabila dua sinyal sinusoidal dikalikan bersama, hasilnya terdiri atas komponen frekuensi yang dijumlahkan dan yang dikurangkan atau selisihnya.

6.2 LINEAR AMPLIFIER, KELAS C AMPLIFIER, DAN FREKUENSI MULTIPLE

Ada dua tipe dasar power amplifier digunakan dalam pemancar: linear dan kelas amplifier C. Linear memberikan sinyal output yang identik, replika diperbesar dari input. output mereka berbanding lurus dengan masukan mereka; therefori, mereka setia mereproduksi input tetapi pada tingkat daya yang lebih tinggi. Semua audio amplifier adalah linear. amplifier RF linear harus tused untuk meningkatkan tingkat daya sinyal varyingamplitude RF seperti tingkat rendah AM atau sinyal SSB. Sinyal Frequencpmodulated tidak bervariasi dalam amplitudo dan, karena itu, dapat diperkuat dengan lebih efisien, nonlinear kelas C amplifier.

Linear amplifier beroperasi kelas A, AB, atau B. Kelas penguat menunjukkan bagaimana hal itu akan menjadi bias. Sebuah kelas A penguat bias sehingga melakukan terus menerus. bias diatur sehingga input bervariasi kolektor (atau drain) saat ini lebih dari satu daerah linier karakteristik transistor. Dengan cara ini, outputnya adalah reproduksi Iinear diperkuat input. Biasanya kita mengatakan bahwa kelas A amplifier melakukan untuk 360″ dari input gelombang sinus.

KELAS A amplifier adalah linear tetapi tidak sangat efisien. Untuk itu, mereka membuat power amplifier rendah. Akibatnya, mereka digunakan umumnya sebagai penguat tegangan sinyal kecil atau untuk amplifier daya rendah. Amplifier penyangga dijelaskan sebelumnya beroperasi kelas A.

Kelas B dan kelas C amplifier lebih efisien karena arus mengalir hanya sebagian dari sinyal input. Mereka membuat power amplifier yang baik, kelas C menjadi yang paling efisien. Karena kedua kelas B dan kelas C amplifier mendistorsi sinyal input, teknik-teknik khusus yang digunakan untuk menghilangkan atau mengkompensasi distorsi. Sebagai contoh, amplifier kelas B dioperasikan dalam konfigurasi push-pull, sedangkan kelas C amplifier menggunakan beban LC resonan untuk menghilangkan distorsi.

image037.jpg

image068.jpg

image070.gif

Metode pembiasan lain pada amplifier kelas C dapat kita lihat pada gambar. Dapat kita lihat pada gambar  disebut sebagai metode self-bias. Ketika tegangan mengalir pada transistor,tegangan ini dikembangkan oleh R1. Kapasitor C1 diisi dan memegang tegangan konstan. Hal ini akan dapat membuat emitter lebih positif dibandingan base.

image079.jpg

6.3 IMPEDANCE MATCHING NETWORKS

Salah satu bagian yang paling penting dari transmitter setiap adalah pencocokan jaringan yang menghubungkan satu tahap ke tahap lainnya. Dalam pemancar iypical, osilator menghasilkan sinyal pembawa dasar yang kemudian diperkuat biasanya dengan beberapa tahapan sebelum mencapai antena. Karena idenya adalah untuk meningkatkan kekuatan sinyal, sirkuit kopling interstage harus mengizinkan transfer yang efisien kekuasaan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Akhirnya, beberapa cara harus disediakan untuk cgnnect tahap penguat akhir untuk antena, lagi untuk tujuan oftransferring jumlah maksimum yang mungkin besar.

7.4 SIRKUIT PENERIMA TYPICAL

Bagian paling penting dari penerima komunikasi adalah ujung depan. Ujung depan biasanya terdiri dari amplilier RF, mixer, dan sirkuit disetel terkait. Ini adalah bagian dari penerima yang memproses sinyal input sangat lemah. Sangat penting bahwa komponen suara rendah digunakan untuk memastikan s cukup tinggi / N ratio’ Selanjutnya, selektivitas harus sedemikian rupa sehingga secara efektif menghilangkan gambar.

Penerima digunakan pada frekuensi di atas sekitar 100 MHz, bagaimanapun, melakukan biasanya menggunakan amplifier RF. Dan amplifier RF ditemukan di beberapa sistem komunikasi frekuensi rendah juga. Tujuan utama dari amplifler ini adalah untuk meningkatkan amplitudo sinyal lemah sebelum pencampuran. RF amplifier juga menyediakan beberapa selektivitas untuk penolakan gambar.

7.11.jpg

Salah satu yang paling umum IF nilai-nilai adalah 455 kHz. Itu cukup rendah untuk memberikan selektivitas yang baik dan untuk membuat keuntungan yang tinggi dengan ketidakstabilan minimum. Dengan frekuensi masukan sampai sekitar 10 MHz, penolakan gambar yang memuaskan. Tapi di luar frekuensi itu, input disetel sirkuit tidak memberikan selektivitas yang cukup untuk mengurangi gambar ke tingkat yang dapat diterima. Ketika beroperasi di atas sekitar 10 MHz, lebih tinggi frekuensi IF yang dipilih. Sebuah nilai dalam kisaran 1500-20 kHz adalah forfrequencies memuaskan sampai sekitar 50 MHz.

7.13.jpg

Selektivitas dalam penguat IF disediakan oleh sirkuit disetel. Sebagaimana ditunjukkan sebelumnya, Cascading disetel sirkuit menyebabkan bandwidth sirkuit keseluruhan akan jauh menyempit. sirkuit disetel tinggi digunakan, tetapi dengan beberapa sirkuit tuned, bandrvidth ini bahkan narower.

SELF TEST HALAMAN 107-108

12. Linear power amplifiers are used to raise the power level of  Low Level AM and SSB Signals.
13. A Mosfet power amplifier is used to increase the power level of an FM signal.
14. Linear power amplifier operate class A,B, and AB
15. A class A transistor power amplifier has an efficiency of 50 percent. The output power is 27W. The power dissipated in the transistor is 13.5 W
16. Class A amplifier conduct for 360 degrees of a sine wave input.
17. True or false. With no input, a class B amplifier does not conduct. FALSE
18. Class B RF power amplifiers normally used a(n) Broadband configuration.
19. A class C amplifier conducts for approximatly 90 degrees to 150 degrees of the input signal.
20. In a class C amplifier, collector current flows in the form of positive pulses.
21. In a class C amplifier, a complete sinusoidal output signal is produced by a(n) Timed Circuit.
22. The efficiency of a class C amplifier is in the range of 60 to 85 percent.
23. The tuned circuit in the collector of a class C amplifier acts as a filter to eliminate Induced Voltage.
24. A class C amplifier whose output tuned circuit resonates at some integer multiple of the input frequency is called a(n) Flywheel effect.
25. Frequency multipliers with factors of 2, 3, 4, and 5 are cascaded. The input is 1.5MHz. The output is 120 MHz.
26. A class C amplifier has DC supply voltage of 28 V and an average collector current of 1.8A. The power input is 50.4 W

SELF TEST HALAMAN 150-151

53. RF amplifier provide initial RF Amplifier  and Mixer in a receiver but also add Related Tune Circuits.
54. A low-noise transistor preferred at microwave frequencies is the FET made of Metal Semiconductor.
55. Most of the gain and selectivity in a superhet is obtained in the IF amplifier.
56. The selectivity in an IF amplifier is usually produced by using Ferrite-core transformers between stages.
57. The bandwidth of a double-tuned transformer depends upon the degree of coupling between primary and secondary windings.
58. In a double-tuned circuit, minimum bandwidth is obtained with under coupling, maximum bandwidth with critical coupling and peak output with over or optimum coupling.
59. An IF amplifier that clips the positive and negative peaks of a signal is called a(n) limiter.
60. Clipping occurs in an amplifier because the transistor is driven by a high-level signal into Single transistor stage.
61. The gain of a bipolar class A amplifier can be varied by changing the positive peaks and negative peaks.
62. The overall RF-IF gain of a receiver is approximately 89 dB.
63. Using the amplitude of the incoming signal to control the gain of the receiver is known as AGC Voltage gen.
64. AGC circuits vary the gain of the IF amplifier.
65. The DC AGC Voltage is derived from a(n) AGC circuit connected to the demodulator or IF output.
66. Reverse AGC is where a signal amplitude increase causes a(n) AGC Voltage in the IF amplifier collector current.
67. Forward AGC uses a signal amplitude increase to positive voltage the collector current,which decreases the IF amplifier gain.
68. The AGC of a differential amplifier is produced by controlling the current produced by the Constant Current Source transistor.
69. In dual-gate MOSFET IF amplifier, the dc AGC Voltage is applied to the R1 to gate 2.
70. Another name for AGC in an AM receiver is Dual Gate MOSFET.
71. In an AM receiver, the AGC voltage is derived from the IF Signal.
72. Large input signals cause the gain of a receiver to be reduced by the AGC.
73. An AFC circuit corrects for frequency drift in the feedback control circuit.
74. The AFC DC control voltage is derived from the output of the demodulator circuit in a receiver.
75. A(n) Demodulator is used in an AFC circuit to vary the LO frequency.
76. A circuit that blocks the audio until a signal is received is called a(n) squelch circuit.
77. Two types of signals used to operate the squelch circuit are audiotone and audiosignal.
78. In a CTCS system, a low-frequency frequency tone is used to trigger the squelch circuit.
79. A BFO is required to receive CWCode and SSB Signals.

TUGAS ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

1. Apa Itu Induktansi Bersama dan Induktansi Diri?

A. Induktansi Bersama

Induktansi bersama memerlukan kehadiran dua solenoid atau lebih. induktansi bersama memperhitungkan efek satu solenoid terhadap solenoid lainnya. misalkan kita memiliki dua solenoid yang didekatkan. solenoid pertama dialiri arus i yang berubah terhadap waktu akibatnya medan magnet yang dihasilkan solenoid tersebuit berubah-ubah. sebagian medan magnet ini masuk kedalam rongga solenoid kedua sehingga menghasilkan fluks pada solenoid kedua. karena medan magnet berubah-ubah maka fluks magnetik pada solenoid kedua juga berubah-ubah. akibatnya pada solenoid kedua muncul GGL induksi. untuk menghitung besarnya induktansi bersama digunakan persamaan sebagai berikut :

M12=M21=M

 


perubahan arus pada satu solenoid akan mengakibatkan munculnya ggl induksi pada solenoid alin yang berada didekatnya.

B. Induksi Diri Pada Selenoida Dan Toroida

Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada kumparan ini panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan sumbu. Sementara itu, toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi berbentuk lingkaran. Sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri L yang signifikan disebut induktor. Induktansi diri L sebuah solenoida dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan dibawah. Medan magnet di dalam solenoida adalah :

B = μ  . n . I

dengan n = \frac{N}{l} sehingga diperoleh

\varepsilon =-N\left ( \frac{\Delta \Phi _B}{\Delta t} \right )=-L\left ( \frac{\Delta I}{\Delta t} \right )

L=-N\left ( \frac{\Delta \Phi _{B}}{\Delta I} \right )

karena B Φ = B.A = \frac{\mu _0.N.A.\Delta I}{l}

Perubahan I akan menimbulkan perubahan fluks sebesar \Delta \Phi _{B}=\frac{\mu _0.N.A.\Delta I}{l}

Sehingga L=N\frac{\Delta \Phi _B}{\Delta I}

L=\frac{\mu _{0}.N^{2}.A}{l}

dengan:

L = induktansi diri solenoida atau toroida ( H)
μ0 = permeabilitas udara (4 π × 10-7 Wb/Am)
N = jumlah lilitan
l = panjang solenoida atau toroida (m)
A = luas penampang (m2)

2. Apa Itu Rangkaian Penala/Tunner?

FUNGSI TUNER, JENIS-JENIS TUNER, FUNGSI KAKI-KAKI TUNER DAN KERUSAKAN PADA TUNER

Di atas adalah diagram blok tuner 1 band dan tidak jauh berbeda untuk band yang lain. Sinyal RF diterima oleh antena kemudian ditala/dipilih oleh rangkaian tala pada penguat RF pertama kemudian dimasukan ke rangkaian mixer, mixer ini berfungsi untuk mencampur frekuensi yang telah terpilih dan dikuatkan oleh penguat RF pertama dengan frekuensi lokal yang tertala juga. Dari proses mixing tersebut, dihasilkan beberapa frekuensi baru yang salah satunya dikuatkan dan difilter untuk menghasilkan frekuensi IF. Karena frekuensi IF yang dihasilkan harus dipertahankan pada frekuensi tertentu, maka semua rangkaian tala harus dalam posisi yang selaras, artinya, jika rangkaian tala/pemilih digeser naik 1MHz, osilator juga digeser naik 1MHz juga, keduanya secara bersamaan.
Rangkaian tala umumnya terdiri dari induktor dan kapasitor yang tersusun secara paralel (membentuk band pass filter atau perangkap gelombang). Pada umumnya, rangkaian tala pada osilator lokal juga mempunyai bentuk yang sama pula. Sedangkan metode-metode penggeseran/pemilihan frekuensi dengan menggeser nilai capasitor dalam rangkaian resonansinya, dapat menggunakan varco atau menggunakan dioda varaktor. Dioda varaktor ini bekerja mirip dengan kapasitor trimmer, tetapi dengan kontrol tegangan. Semakin tinggi tegangan yang masuk, semakin rendah nilai kapasitansi varactor, semakin rendah nilai kapasitor, semakin tinggi frekuensi yang tertala atau yang dihasilkan oleh osilator lokal.

3. Jelaskan Macam Macam Trafo Frekuensi Rendah, Menengah dan Tinggi !

A. Trafo Frekuensi Rendah

Trafo frekuensi rendah bekerja pada frekuensi audio (20Hz-20KHz) atau frekuensi diatasnya yang masih termasuk frekuensi rendah. Ciri khas trafo yang bekerja pada frekuensi rendah umumnya menggunakan inti besi yang lunak, khususnya pada range frekuensi audio. Contoh trafo frekuensi rendah yaitu Trafo Adaptor dan Trafo Output/Input.

B. Trafo Frekuensi Menengah

Trafo frekuensi menengah  disebut dengan Trafo IF (Intermediate Frequncy), dan sesuai namanya trafo ini hanya bekerja pada frekuensi menengah. Umumnya trafo jenis ini digunakan untuk radio sebagai penerima frekuensi AM/FM. Di dalam trafo ini sudah terdapat lilitan baik primer maupun sekunder yang dirangkai dan di-paralel dengan kapasitor khusus guna keperluan frekuensi menengah untuk menciptakan rangkaian resonansi L-C.

Frekuensi pada trafo ini sudah ter-standarisasi frekuensi menengah yaitu 455KHz untuk keperluan Amplitudo Modulation (AM). Sedangkan untuk keprerluan Frequency Modulation(FM)  juga sudah terstandarisasi frekuensi menengah yaitu 10,7MHz.

C. Trafo Frekuensi Tinggi

Trafo frekuensi tinggi banyak digunakan untuk kebutuhan pembangkitan frekuensi (osilator), Flyback (rangkaian televisi tabung), atau lilitan resonansi. Trafo frekuensi tinggi yang digunakan untuk osilator lebih populer dengan sebutan spul osilator. Sedangkan lilitan osilator yang sering digunakan biasanya osilator Hartley dan Coolpits.

Disamping itu pada frekuensi tinggi, trafo jenis ini juga sering digunakan untuk trafo resonansi. Trafo resonansi sendiri banyak digunakan untuk penyesuaian impedansi antara pemancar dan antena. Oleh karena itu trafo resonansi juga disebut dengan spul antena.

TUGAS SOFTSKILL EKONOMI TEKNIK (TEMPLATE PROPOSAL)

Proposal Bisnis

Nama Perusahaan        : PT. Franchise Makanan Indo

Alamat                              : Jl. Trikora1 No.46

Telepon                           : (021) – 877xxxxx

Ringkasan Eksekutif

Kami PT. Franchise Makanan Indo sebagai pengambil keputusan berkomitmen menjalankan perusahaan secara professional agar bisa memasarkan produk tepat waktu dan bisa menjualnya dengan lancar. Produksi kami adalah membuat sebuah distribusi layanan francshise ayam goreng untuk franchisor  yang ingin bergabung dengan kami dan memasarkan produk kami pada masyarakat luas. Para franchisor dapat bergabung dengan kami dan akan di proses segala kebutuhan nya dalam waktu satu bulan

Tujuan

Dalam menjalani usahaini, kami mempunyai tujuan yang terencana dengan baik, yaitu tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek:

Kami akan memasarkan produk franchise kami dan mencari franchisor untuk ikut bergabung dengan kami dalam memasarkan franchise kami. Pangsa pasar kami adalah kalangan umum dan perumahan terintegrasi.

Jangka menengah:

Kami akan membuat produk yang berbeda dari sebelumnya yaitu franchise burger bakar dan dapat menjangkau produk franchise kami ke seluruh indonesia. Pangsa pasar kami adalah kalangan umum dan perumahan terintegrasi

Jangka Panjang:

Kami akan terus berinovasi guna menjawab tantangan zaman.

Misi dan Visi Perusahaan

Visi :

Ikut dalam meningkatkan kualitas makanan di indonesia

Misi :

  • Membuat produk yang berkulitas, sehat, aman dan bergizi
  • Berusaha membuat hati masyarakat ikut senang dalam memilih makanan
  • Terus berinofasi guna menjadikan produk dalam negeri sebagai primadona di negeri sendiri

Sekilas Perusahaan

  1. Franchise Makanan Indo adalah perusahaan penyedia dan pembuat franchise makanan di indonesia yang berkualitas, sehat, aman dan bergizi.

Kepemilikan Perusahaan

  1. Franchise Makanan Indo adalah perusahaan pribadi yang dimiliki oleh Muhammad Fahrul Rozi, ST

Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Franchise Makanan Indo adalah perusahaan penyedia dan pembuat franchise makanan di indonesia yang berkualitas, sehat, aman dan bergizi. . Didirikan pada 14 Oktober 2010 oleh Muhammad Fahrul Rozi. Perusahaan ini berlokasi di Jl. Trikora1 No.46.

Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

Antmedia Berlokasi di Jl. Trikora1 No.46. Tempat usaha berupa bangunan sewa dua lantai dengan ukuran 30×30 meter.

Produk

  1. Franchise Makanan Indo saat ini mempunyai satu produk, yaitu franchise ayam goreng yang berkualitas, sehat, aman dan bergizi Berikut ini adalah produk yang sedang kami buat

 Franchise Ayam Goreng

  • Ayam goreng dengan berbagai varian serta berbagai kenikmatan untuk masyarakat

 

Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Produk

Produk kami adalah produk berkualitas yang berbeda dalam bentuk penyajian dan karakteristiknya. Pada setiap produk kami yang bernuansa ayam tentu akan selalu meningkatkan rasa ingin tahu terhadap produk kami, yang tujuannya adalah mengingatkan franchisor untuk selalu ingin tahu . Sedangkan pada setiap produk yang kami buat pun tentu akan berlisensi halal. Untuk harga, kami akan menjualnya franchise kami dengan harga 10 juta sudah termasuk keperluan lain lain.

Analisis Pasar

Maraknya produk makanan yang tidak sehat namun berkualitas bagus yang dijual murah di pasar tentu akan menjadi salah satu kendala dalam pemasaran produk kami. Namun begitu, kami berkeyakinan bahwa produk kami, Insya Allah masih bisa laku lantaran kami memiliki pelanggan tetap yang tentunya lebih tertarik pada produk kami.

Analisis Industri

Saat ini kami mengetahui bahwa ada beberapa perusahaan franchise lokal yang sudah menjual produknya ke pasar, namun begitu kami tetap berkeyakinan kalau produk kami, Insya Allah masih bisa laku lantaran adanya perbedaan karakteristik. Selain itu, kami pun mengetahui bahwa mayoritas konsumen di negeri ini adalah muslim, yang tentunya menginginkan produk yang halal.

 Peramalan Pasar

Jika kelak tujuan jangka menengah kami sudah tercapai, Insya Allah kami siap bersaing di pasar Internasional, khususnya guna memenuhi kebutuhan konsumen muslim luar negeri.

Strategi Pemasaran

Strategi kami adalah strategi samudera biru, yang mana perusahaan kami akan bekerja sama dengan perusahaan lain guna mencapai tujuan. Salah satunya adalah bekerja sama dengan beberapa perusahaan penyedia bahan baku lokal  ternama dalam suplai bahan kami dan memasarkan produk kami lebih efektif.

Organisasi

Perusahaan kami terdiri dari :

Divisi Produksi

  • Kepala Produksi

Bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang berkualitas

  • Product designer
  • Graphic Designer dan Animator
  • Photographer dan Writer
  • Supply Chain

 

Divisi Keuangan dan Manajemen

  • Kepala keuangan dan manajemen

Bertanggung jawab dalam menyediaan dana produksi dan operasional

  • Akuntan
  • Administrasi

 

Divisi Operasional dan Pemeliharan

  • Kepala operasional dan pemeliharaan

Bertanggung jawab dalam penyediaan dan memelihara perlengkapan kerja.

  • Quality Control
  • OB

 

Divisi Pemasaran

  • Kepala pemasaran

Bertanggung jawab dalam penjualan produk dan promosi.

  • Humas
  • Sales

 

Estimasi Biaya

Biaya Investasi

Perlengkapan kantor

  • 8 buah meja kerja
  • 4 buah cabinet
  • 3 set kursi tamu
  • 3 Dispenser
  • 4 buah AC

Perangkat Keras

  • 3 buah komputer P4
  • Sebuah Scanner
  • Sebuah Printer
  • Sebuah kamera digital
  • Sebuah Keyboard music
  • 4 buah Telepon

Perangkat Lunak

  • OS Windows 7 original
  • MS office 2010 original

Total biaya investasi = Rp. 50.000.000

Biaya Operasional

  • Sewa ruko 2 lantai selama lima tahun
  • Listrik selama setahun
  • Telepon selama setahun
  • Perlengkapan kantor setahun
  • Kemasan 3000 buah

Total biaya Operasional = Rp 30.000.000

Total Biaya keseluruhan = total biaya investasi + total biaya operasional

Total Biaya = Biaya Investasi + Biaya Operasional

Rp. 50.000.000  + Rp. 30.000.000  = Rp. 80.000.000

Pendapatan

10 franchise setahun, harga penjualan x 3 x target penjualan = Rp. 100.000.000 pertahun

Keuntungan

Keuntungan = Pendapatan – Total Biaya

Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C = Pendapatan : Total Biaya

Rp. 100.000.000 : Rp. 10.000.000 = Rp. 10.000.000

R/C sebesar Rp. 10.000.000 menunjukkan bahwa usaha tersebut masih layak dilakukan.

Break Event Point (BEP)

BEP Produksi = Total Biaya: Harga Jual

Rp. 10.000.000 : Rp 10.000.000 = 1 franchise

BEP Harga = Total Biaya : Total Produksi

Rp. 10.000.000 : 10 franchise = Rp. 1.000.000/franchise

 

Angkat tersebut menunjukkan bahwa investasi akan berada dalam titik impas jika dalam setahun mampu menjual produk sebanyak 10 franchise/tahun dan tingkat harga jual Rp. 1.000.000/franchise

TUGAS V-CLASS 3 (ENCODING)

Soal :

1. Jelaskan tentang teknik encoding Polar

2. Jelaskan tentang teknik encoding Unipolar

3. Jelaskan tentang teknik encoding Bipolar

4. Apakah yang anda ketahui tentang satelit?

5. Sebutkan kelebihan dan kelemahan menggunakan jaringan satelit!

Jawab :

1. Teknik Encoding Polar

Encoding polar menggunakan dua tingkat tegangan positif dan negatif. Sebagai contoh, RS: 232 D menggunakan Polar encoding line. Sinyal tidak kembali ke nol; baik itu tegangan positif atau tegangan negatif. Pengkodean polar dapat diklasifikasikan sebagai non return to zero (NRZ), return to zero (RZ) dan biphase. NRZ dapat dibagi lagi menjadi NRZ · L dan NRZ · saya. Biphase memiliki juga dua kategori yang berbeda yaitu Manchester dan Differential Manchester encoding. Polar pengkodean garis adalah pola sederhana yang menghilangkan sebagian besar sisa masalah DC. Gambar menunjukkan pengkodean garis Polar. Ini memiliki masalah yang sama sinkronisasi seperti yang encoding unipolar. Manfaat tambahan dari encoding polar adalah bahwa itu mengurangi daya yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal dengan satu-setengah.

polor-encoding-representation

2. Teknik Encoding Unipolar

Encoding unipolar hanya menggunakan satu tingkat dari nilai 1 sebagai nilai positif dan 0 tetap menganggur. Sejak unipolar encoding baris memiliki salah satu daerah pada 0 Volts, itu juga disebut return to zero (RTZ) seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Sebuah contoh umum dari unipolar pengkodean garis adalah tingkat logika 11’L digunakan dalam komputer dan logika digital.

Unipolar-Encoding-Techniques.png

Encoding unipolar merupakan komponen DC (Direct Current) dan oleh karena itu, tidak bisa melalui media seperti microwave atau transformator. Ini memiliki marjin kebisingan yang rendah dan kebutuhan hardware tambahan untuk tujuan sinkronisasi. Hal ini juga cocok di mana jalur sinyal pendek. Untuk jarak jauh, menghasilkan kapasitansi dalam media transmisi dan oleh karena itu, tidak pernah kembali ke nol.

3. Teknik Encoding Bipolar

Encoding bipolar menggunakan tiga level tegangan. Ini adalah positif, negatif, dan nol. Bit 0 terjadi pada tingkat nol amplitudo. Bit 1 terjadi alternatif ketika tingkat tegangan positif atau negatif dan karena itu, juga disebut sebagai Alternatif Mark Inversion (AMI). Tidak ada komponen DC karena polaritas alternatif pulsa untuk Is. Gambar menggambarkan encoding bipolar.

Bipolar-Representation.png

4. Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan.

a. Satelit Alami

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.

b. Satelit Buatan

Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain seperti misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi. Selanjutnya pada tulisan ini akan membahas tentang satelit buatan.

Satelit merupakan sebuah benda diangkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi. Satelit dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan fungsinya seperti: satelit komonikasi, satelit cuaca, satelit militer, dan satelit iptek.

Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan menggunakan roket. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, dan Cina, sudah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya.

Posisi satelit berdasarkan orbitnya terbagi tiga macam, yaitu:

  • Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.
  • Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi.
  • Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan bumi.

Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.

 

5. – Kelebihan Jarigan Satelit

  • Area coverage yang luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi.
  • VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
  • Dapat Koneksi dimana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah dengan jarak, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak terhalang oleh bangunan – bangunan/ letak geografis bumi.
  • Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting.
  • Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice (PABX), video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar dengan menyewa pada provider saja.
  • Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router.
  • Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.
  • Media transmisi satelite(VSAT) tidak akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena memiliki orbit masing – masing yang bersifat unik, jadi tidak mungkin sama. Sedangkan pada wireless, bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna wireless yang lain atau frekuensi di daerah tersebut sudah penuh sehingga mengalami kesulitan.

– Kelemahan Jarigan Satelit

  • Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
  • Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka.
  • Harga relatif mahal karena harga peralatan yang mahal.
  • Memakan tempat, terutama untuk piringannya/antenanya.
  • Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
  • Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan. Dan juga, media transmisi satelite rentan terhadap cuaca, debu meteor/ debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya.
  • Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi – satelit – matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik head-end/teleport maupun ground-segment biasa.
  • Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.

TUGAS V-CLASS 2 (QUADRATURE AMPLITUDO MODULATION)

Soal :

1. Apa yang anda ketahui tentang QAM (Quadrature Amplitudo Modulation)

2. Jelaskan tentang 4-QAM ( 1 amplitude,  4 phases)

3. Jelaskan tentang 8-QAM (2 amplitudes, 4 phases)

4. Sebutkan empat keuntungan dari jaringan wireline (kabel)!

5. Sebutkan lima kelemahan dari jaringan wireless (nirkabel)!

Jawab :

1. Quadrature Amplitudo Modulation atau QAM adalah suatu cara pentransmisian pada laju bit-bit yang lebih tinggi pada saluran/kanal dengan lebar pita yang terbatas. Sebagai contoh penggunaan kumpulan sinyal QAM 16 titik memungkinkan 9600 bit/detik ditransmisikan pada saluran telepon dengan lebar pita 2700 Hz. Dalam kasus tersebut empat digit biner yang berurutan harus disimpan dan dikodekan kembali sebagai salahsatu dari 16 bentuk sinyal yang ditransmisikan. Sinyal-sinyal yang dihasilkan dinamakan sinyal modulasi amplitudo kuadratur (QAM). Sinyal ini dapat ditafsirkan sebagai modulasi amplitudo multitingkat yang diterapkan secara bebas pada setiap dua pembawa kuadratur.

 

2. QAM 4 keadaan merupakan teknik encoding M-er dengan M=4, dimana ada empat keluaran QAM yang mungkin terjadi untuk sebuah frekuensi pembawa. Karena ada 4 keluaran yang berbeda, maka harus ada 4 kondisi masukan yang berbeda. Karena masukan sinyal digital ke QAM modulator adalah sinyal biner, makauntuk memperoleh 4 kondisi masukan yang berbeda diperlukan lebih dari satu bit masukan. Dengan memakai 2 bit masukan, maka diperoleh 4 (22) kondisi yang mungkin : 00, 01, 10, 11 data masukan biner digabung menjadi kelompok dua bit. Masing masing kode bit menghasilkan salah satu dari 4 keluaran yang mungkin.

4qam

Dua bit dimasukkan secara seri kemudian dikeluarkan secara paralel satu bit ke kanal I dan bit lainnya serentak menuju ke kanal Q. Bit di kanal I dimodulasikan dengan pembawa (sin ωct) dan bit dikanal Q dimodulasikan dengan pembawa (cos ωct). Untuk logika 1 = +1 volt dan logika 0 = -1 volt, sehingga ada 2 fasa yang mungkin pada keluaran modulator kanal I yaitu +sin ωct dan -sin ωct. Dan ada 2 fasa yang mungkin pada keluaran modulator kanal Q yaitu +cos ωct dan -cos ωct. Penjumlahan linier menghasilkan 4 fasa resultan yang mungkin yaitu : +sin ωct +cos ωct, +sin ωct -cos ωct, dan -sin ωct + cos ωct, dan -sin ωct -cos ωct. Jika masukan biner dari Q = 0 dan I = 0 maka dua masukan modulator kanal I adalah -1 dan (sin ωct). Sedangkan dua masukan modulator kanal Q adalah -1 dan cos ωct.

3. QAM 8 keadaan adalah teknik encoding M-er dengan M=8. Dengan QAM 8 keadaan keluaran yang mungkin untuk satu frekuensi pembawa. Untuk memperoleh 8 kondisi masukan yang berbeda maka data masukan biner digabung menjadi tiga kelompok bit yang disebut TRIBIT (23 = 8). Masing –masing kode tribit menghasilkan salah satu keluaran yang mungkin .

Masukan bit serial mengalir ke pembelah bit dimana mengubah ke bit paralel, menjadi keluaran tiga kanal (kanal I atau kanal ‘in-phase’, kanal Q atau ‘in quadrature’, dan kanal C atau ‘kontrol’). Sehingga laju bit pada masing –masing kanal menjadi sepertiga laju data masukan (fb /3). Bit kanal I dan C menuju konverter kanal I dan bit di kanal Q dan C menuju conventer kanal Q. Conventer ‘2 to 4 level’ adalah DAC (digital to analog conventer) engan masukan paralel masukan 2 bit, ada 4 tegangan keluaran yang mungkin. Bit kanal I atau Q menentukan dari polaritas dari keluaran, sinyal analog PAM (logika 1 = +V dan logika 0 = –V ). Sedangkan bit kanal C menentukan besarnya (logika 1= 1,307 V dan logika 0 = 0,541 V), karena bit kanal C sama sebagai masukan converter kanal I dan Q, maka besar sinyal kanal I dan Q selalu sama.

8qam

Sejak data dibagi menjadi tiga kanal, laju data pada kanal I, kanal Q, dan kanal C. Adalah sebesar sepertiga dari laju data masukan (fb /3). Karena bit di kanal I, Q, C dikeluarkan secara serentak dan paralel, converter juga mengalami perubahan pada masukan keluaran pada laju yang sama yaitu fb /3.

4. Keuntugan Jaringan Wireline

– Transmisi data 10 s.d. 100 Mbps
– Delay atau waktu koneksi antarkomputer cepat
– Transmisi data berjalan dengan lancar
– Biaya peralatan terjangkau
5. Kelemahan Jaringan Wireless
– Kualitas sinyal akan dipengaruhi oleh provokasi udara
– Mahal dalam investasi jika dibanding dengan menggunakan kabel
– Kemungkinan penyadapan koneksi lebih besar terjadi
– Biaya peralatan mahal
– Delay (kelambatan) yang sangat besar