All posts by mfahrulrozi

Central Processing Unit (CPU)

CPU, singkatan dari Central Processing Unit adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menerima dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. Prosesor sering digunakan untuk menyebut CPU pada umumnya. Adapun mikroprosesor adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuit terpadu, seringkali dalam sebuah paket sirkuit terpadu-tunggal. Sejak pertengahan tahun 1970-an, mikroprosesor sirkuit terpadu-tunggal ini telah umum digunakan dan menjadi aspek penting dalam penerapan CPU.

Komponen CPU terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut :

A. Unit kontrol (Control Unit)

Unit kontrol ini adalah bagian dari prosesor yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini terdapat dalam semua CPU. CPU bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU (Aritmathic Logic Unit). Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah :

  • Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
  • Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
  • Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
  • Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika.
  • Mengawasi kerja dari ALU.
  • Menyimpan hasil proses ke memori utama.

B. ALU ( Arithmatic and Logical Unit )
ALU merupakan bagian dari CPU yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika dan operasi logika berdasar instruksi yang ditentukan. ALU sering di sebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit aritmatika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.

Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan (¹ ), kurang dari (<), kurang atau sama dengan (£ ), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama dengan (³ ).

C. Register
Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya di gunakan untuk menyimpan data saat di olah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. jika dianalogikan, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.

Jenis-jenis register, yaitu :

  • Memory Buffer Register (MBR), berisi sebuah word yang akan disimpan di dalam memori atau digunakan untuk menerima word dari memori.
  • Memory Address Register (MAR), untuk menentukan alamat word di memori untuk dituliskan dari MBR atau dibaca oleh MBR.
  • Instruction Register (IR), berisi instruksi 8 bit kode operasi yang akan dieksekusi.
  • Instruction  Buffer  Register  (IBR), digunakan untuk penyimpanan sementara instruksi  sebelah kanan word di dalam memori.
  • Program  Counter  (PC),  berisi  alamat  pasangan  instruksi  berikutnya  yang  akan  diambil  dari memori.
  • Accumulator  (AC) dan  Multiplier  Quotient  (MQ), digunakan  untuk  penyimpanan  sementara operand  dan  hasil  ALU.  Misalnya,  hasil  perkalian  2  buah  bilangan  40  bit  adalah  sebuah bilangan 80 bit; 40 bit yang paling berarti (most significant bit) disimpan dalam AC dan 40 bit lainnya (least significant bit) disimpan dalam MQ.

D. Sistem Bus

Bus adalah Jalur komunikasi yang dibagi pemakai Suatu set kabel tunggal yang digunakan untuk menghubungkan berbagai sub sistem. Karakteristik penting sebuah bus adalah bahwa bus merupakan media transmisi yang dapat digunakan bersama. Sistem komputer terdiri dari sejumlah bus yang berlainan yang menyediakan jalan antara dua buah komponen pada bermacam-macam tingkatan hirarki sistem komputer.

Suatu Komputer tersusun atas beberapa komponen penting seperti CPU, memori, perangkat Input/Output. setiap computer saling berhubungan membentuk kesatuan fungsi.

Sistem Bus adalah penghubung bagi keseluruhan komponen computer dalam menjalankan tugasnya. Transfer data antar komponen komputer sangatlah mendominasi kerja suatu computer. Data atau program yang tersimpan dalam memori dapat diakses dan dieksekusi CPU melalui perantara bus, begitu juga kita dapat melihat hasil eksekusi melalui monitor juga menggunakan system bus.

Struktur Bus 

Saluran Data

Saluran data memberikan lintasan bagi perpindahan data antara dua modul sistem. Saluran ini secara kolektif disebut bus data. Umumnya bus data terdiri dari 8, 16, 32 saluran, jumlah saluran diakitakan denang lebar bus data. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit, maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat dipindahkan pada suatu saat. Lebar bus data merupakan faktor penting dalam menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Misalnya, bila bus data lebarnya 8 bit, dan setiap instruksi panjangnya 16 bit, maka CPU harus dua kali mengakses modul memori dalam setiap siklus instruksinya.

Saluran Alamat

Saluran alamat digunakan untuk menandakan sumber atau tujuan data pada bus data. Misalnya, bila CPU akan membaca sebuah word data dari memori, maka CPU akan menaruh alamat word yang dimaksud pada saluran alamat. Lebar bus alamat akan menentukan kapasitas memori maksimum sistem. Selain itu, umumnya saluran alamat juga dipakai untuk mengalamati port-port input/outoput. Biasanya, bit-bit berorde lebih tinggi dipakai untuk memilih lokasi memori atau port I/O pada modul.

Saluran Kontrol

Saluran kontrol digunakan untuk mengntrol akses ke saluran alamat dan penggunaan data dan saluran alamat. Karena data dan saluran alamat dipakai bersama oleh seluruh komponen, maka harus ada alat untuk mengontrol penggunaannya. Sinyal-sinyal kontrol melakukan transmisi baik perintah maupun informasi pewaktuan diantara modul-modul sistem. Sinyal-sinyal pewaktuan menunjukkan validitas data dan informasi alamat. Sinyal-sinyal perintah mespesifikasikan operasi-operasi yang akan dibentuk. Umumnya saluran kontrol meliputi : memory write, memory read, I/O write, I/O read, transfer ACK, bus request, bus grant, interrupt request, interrupt ACK, clock, reset.

Secara umum saluran kontrol meliputi :

  • Memory Write, memerintahkan data pada bus yang akan dituliskan ke dalam lokasi alamat.
  • Memory Read memerintahkan data dari lokasi alamat ditempatkan pada bus data.
  • I/O Write, memerintahkan data pada bus dikirim ke lokasi port I/O.
  • I/O Read, memerintahkan data dari port I/O ditempatkan pada bus data.
  • Transfer  ACK,  menunjukkan  data  telah  diterima  dari  bus  atau  data  telah ditempatkan pada bus.
  • Bus Request, menunjukkan bahwa modul memerlukan kontrol bus.
  • Bus  Grant,  menunjukkan modul yang melakukan request telah  diberi hak mengontrol bus.
  • Interrupt Request, menandakan adanya penangguhan interupsi dari modul.
  • Interrupt ACK, menunjukkan penangguhan interupsi telah diketahui CPU.
  • Clock, kontrol untuk sinkronisasi operasi antar modul.
  • Reset, digunakan untuk menginisialisasi seluruh modul.

 

Referensi :

  1. http://missnuroxfordutomo.blogspot.co.id/2011/04/pengertian-cpu-dan-fungsinya.html
  2. https://hartonookey.wordpress.com/2015/01/09/pengertian-dan-definisi-cpu-central-processing-unit/
  3. https://aris83.wordpress.com/2013/06/03/jenis-jenis-register-pada-cpu/
  4. http://fersanroom.blogspot.co.id/2016/02/sistem-bus-cara-kerja-jenis-sistem-bus.html
Advertisements

Arsitektur Set Instruksi dan Teknik Pengalamatan

Set Instruksi didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara umum, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).
ISA merupakan sebuah spesifikasi dari Pullman semua kode-kode biner (opcode) yang diimplementasikan dalam bentuk aslinya (native form) dalam sebuah desain prosesor tertentu.
A. Elemen Elemen Set Instruksi
  • Operation Code (opcode) : menentukan operasi yang akan dilaksanakan.
  • Source Operand Reference : merupakan input bagi operasi yang akan dilaksanakan.
  • Result Operand Reference : merupakan hasil dari operasi yang dilaksanakan.
  • Next Instruction Reference : memberitahu CPU untuk mengambil instruksi berikutnya setelah instruksi yang dijalankan selesai.
B. Jenis Jenis Instruksi
  • Data Processing / Pengolahan Data : instruksi-instruksi aritmetika dan logika. Instruksi aritmetika memiliki kemampuan untuk mengolahdata numeric, sedangkan instruksi logika beroperasi pada bit-bit word sebagai bit bukan sebagai bilangan. Operasi-operasi tersebut dilakukan terutama untuk data di register CPU.
  • Data Storage / Penyimpanan Data : instruksi-instruksi memori. Instruksi-instruksi memori diperlukan untuk memindah data yang terdapat di memori dan register.
  • Data Movement / Perpindahan Data : instruksi I/O. Instruksi-instruksi I/O diperlukan untuk memindahkan program dan data ke dalam memori dan mengembalikan hasil komputansi kepada pengguna.
  • Control / Kontrol : instruksi pemeriksaan dan percabangan. Instruksi-instruksi kontrol digunakan untuk memeriksa nilai data, status komputansi dan mencabangkan ke set instruksi lain.
C. Teknik Pengalamatan
1. Immediate Addressing (Pengalamatan Segera)

  • Pengalamatan yang paling sederhana.
  • Operand benar-benar ada dalam instruksi atau bagian dari intsruksi
  • Operand sama dengan field alamat
  • Umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk complement dua
  • Bit paling kiri sebagai bit tanda
  • Ketika operand dimuatkan ke dalam register data, bit tanda digeser ke kiri hingga maksimum word data

Keuntungan :

Tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand

Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhanakan akan cepat

Kekurangan :

Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field

Contoh :
ADD 7 ; tambahkan 7 pada akumulator

2. Direct Addressing (Pengalamatan Langsung)

  • Teknik ini banyak digunakan pada komputer lama dan komputer kecil
  • Hanya memerlukan sebuah referensi memori dan tidak memerlukan kalkulus khusus

Kelebihan :
Field alamat berisi efektif address sebuah operand

Kekurangan :
Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word

Contoh :
ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke akumulator

3. Indirect Addressing (Pengalamatan tak langsung)
Merupakan mode pengalamatan tak langsung
  • Field alamat mengacu pada alamat word di alamat memori, yang pada gilirannya akan berisi alamat operand yang panjang

Kelebihan :
Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi

Kekurangan :
Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi

Contoh :
ADD (A) ; tambahkan isi memori yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator

4. Register addressing (Pengalamatan Register)

  • Metode pengalamatan register mirip dengan mode pengalamatan langsung
  • Perbedaanya terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori utama
  • Field yang mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general purpose

Keuntungan :
Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori

Akses ke register lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepatKerugian :

Ruang alamat menjadi terbatas
5. Register indirect addressing (Pengalamatan tak-langsung register)– Metode pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung
Perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register
  • Letak operand berada pada memori yang dituju oleh isi register
  • Keuntungan dan keterbatasan pengalamatan register tidak langsung pada dasarnya sama dengan pengalamatan tidak langsung
  • Keterbatasan field alamat diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak
  • Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung

6. Displacement addressing

  • Menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung
  • Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit
  • Operand berada pada alamat A ditambahkan isi register
    Tiga model displacement
  • Relative addressing : register yang direferensi secara implisit adalah Program Counter (PC)
  • Alamat efektif didapatkan dari alamat instruksi saat itu ditambahkan ke field alamat
  • Memanfaatkan konsep lokalitas memori untuk menyediakan operand-operand berikutnya

Base register addressing : register yang direferensi berisi sebuah alamat memori dan field alamat berisi perpindahan dari alamat itu

  • Referensi register dapat eksplisit maupun implisit
  • Memanfaatkan konsep lokalitas memori

Indexing  : field alamat mereferensi alamat memori utama, dan register yang direferensikan berisi pemindahan positif dari alamat tersebut

  • Merupakan kebalikan dari mode base register
  • Field alamat dianggap sebagai alamat memori dalam indexing
  • Manfaat penting dari indexing adalah untuk eksekusi program-pprogram iteratif

Contoh :
Field eksplisit bernilai A dan field imlisit mengarah pada register

7. Stack addressing

  • Stack adalah array lokasi yang linier = pushdown list = last-in-firs-out
  • Stack merupakan blok lokasi yang terbaik
  • Btir ditambahkan ke puncak stack sehingga setiap blok akan terisi secara parsial
  • Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack
  • Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack pointer mereferensi ke elemen ketiga stack
  • Stack pointer tetap berada dalam register
  • Dengan demikian, referensi-referensi ke lokasi stack di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung

Referensi :

  1. https://triazis13.wordpress.com/2016/11/06/arsitektur-set-instruksi/
  2. http://irfan-abet.blogspot.co.id/2015/01/arsitektur-set-instruksi.html

ORGANISASI KOMPUTER DASAR

Arsitektur dan Organisasi Komputer

Dalam penjelasan sistem komputer, diperlukan perbedaan antara arsitektur komputer dan organisasi komputer. Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut sebuah sistem yang tampak bagi seorang pemrogram. Atau arsitektur komputer berkaitan dengan atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. Contoh atribut arsitektur komputer adalah set intruksi, jumlah bit untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data, mekanisme I/O, dan teknik-teknik pengalamatan memori. Tujuan seorang arsitek komputer adalah merancang sebuah sistem dengan kinerja tinggi dengan biaya yang layak, serta dapat memenuhi persyaratan karakteristik komputer lainya.

Organisasi komputer berkaitan dengan unit-unit operasional dan interkoneksinya yang merealisasikan spesifikasi arsitektural. Organisasi komputer memberikan gambaran yang lebih dalam mengenai struktur fungsional dan interkoneksi logika-logika antar unit-unit. Organisasi komputer meliputi rincian hardware yang dapat diketahui pemrogram, seperti sinyal-sinyal kontrol, interface komputer dan peripheral, dan teknologi memori yang digunakan.

Dua komputer dengan arsitektur yang sama dapat saja mempunyai organisasi yang berbeda, demikian pula sebaliknya. Sebagai analogi dimana seorang arsitek menggambar denah untuk dua rumah namun material bangunan yang digunakan dapat saja berbeda untuk membangun kedua rumah tersebut. Jadi, di dalam perancangan sebuah komputer, yang pertama diterapkan adalah arsitekturnya, baru memutuskan organisasinya.

Suatu sistem komputer terdiri dari lima unit struktur dasar, yaitu:

  • Unit masukan (Input Unit)
  • Unit kontrol (Control Unit)
  • Unit logika dan aritmatika (Arithmetic & Logical Unit / ALU)
  • Unit memori/penyimpanan (Memory / Storage Unit)
  • Unit keluaran (Output Unit)

Control Unit dan ALU membentuk suatu unit tersendiri yang disebut Central Processing Unit (CPU). Hubungan antar masing-masing unit yang membentuk suatu sistem komputer dapat dilihat pada gambar berikut:

 

image[5]

 

Referensi :

EVOLUSI ARSITEKTUR KOMPUTER

Arsitektur komputer ialah suatu ilmu dan juga seni tentang tata cara interkoneksi antara berbagai macam komponen perangkat keras atau hardware agas bisa melahirkan sebuah komputer melengkapi kebutuhan fungsional, kinerja dan juga target keuangannya.

Dalam hal bidang teknik komputer, artsitektur komputer diartikan sebagai suatu ilmu yang tujuannya adalah untuk merancang sebuah sistem komputer.

Klasifikasi Arsitektur komputer

1.Arsitektur Von Neumann

Arsitektur Von Neumann adalah arsitektur komputer yang menempatkan program (ROM=Read Only Memory) dan data (RAM=Random Access Memory) dalam peta memori yang sama. Arsitektur ini memiliki address dan data bus tunggal untuk mengalamati program (instruksi) dan data. Arsitektur von Neumann atau Mesin Von Neumann merupakan arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann pada tahun 1903-1957. Yang mana  hampir semua komputer saat ini menggunakan Arsitektur buatan John Von Neumann. Arsitektur Von Neumann ini   menggambarkan komputer dengan empat bagian utama yaitu:

  • Unit Aritmatika dan Logis (ALU),
  • Unit kontrol (CU)
  • Memori
  • Alat masukan I/O

Diagram Arsitektur Von Neumann

 download

 

2.Arsitektur Model Harvard

Arsitektur Harvard memiliki dua memori yang terpisah satu untuk program (ROM) dan satu untuk data (RAM), yang mana arsitektur ini merupkan kebalikkan dari arsitektur komputer model von nuemann, jika von neuman mengabungkan ROM dan RAM menjadi satu maka arsitektur harvard maka kedua memori tersebut dipisahkan.

Pada arsitektur Harvard, overlaping pada saat menjalankan instruksi bisa terjadi. Satu instruksi biasanya dieksekusi dengan urutan fetch (membaca instruksi ), decode (pengalamatan), read (membaca data), execute (eksekusi) dan write (penulisan data) jika perlu. Secara garis besar ada dua hal yang dilakukan prosesor yaitu fetching atau membaca perintah yang ada di memori program (ROM) dan kemudian diikuti oleh executing berupa read/write dari/ke memori data (RAM). Karena pengalamatan ROM dan RAM yang terpisah, ini memungkinkan CPU untuk melakukan overlaping pada saat menjalankan instruksi. Dengan cara ini dua instruksi yang beurutan dapat dijalankan pada saat yang hampir bersamaan. Yaitu, pada saat CPU melakukan tahap executing instruksi yang pertama, CPU sudah dapat menjalankan fetching instruksi yang ke-dua dan seterusnya. Ini yang disebut dengan sistem pipeline, sehingga program keseluruhan dapat dijalankan relatif lebih cepat.

Diagram Arsitektur Model Harvard

mikro2

Kelebihan Arsitektur Komputer Model Harvard

  • Bandwidth program tidak mesti sama dengan bandwidth  data
  • Opcode dan operand dapat dijadikan dalam satu word instruksi saja
  • Instruksi dapat dilakukan dengan lebih singkat dan cepat
  • Memori program dan data yang terpisah,  maka kavling total memori program dan data dapat menjadi lebih banyak.

Kekurangan Arsitektur Komputer Model Harvard

  • Arsitektur Harvard tidak memungkinkan untuk menempatkan data pada ROM.
  • Arsitektur in tidak memungkinkan untuk mengakses data yang ada di ROM

 

Referensi :

 

RANGKUMAN TUGAS ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI (AMPLIFIER)

5.4 Amplifier Common-Emitter (CE)

Amplifier CE dengan rangkaian output dan input tertala ditunjukkan dalam. G dan C4 adalah kapasitor pemblokir dc dengan reaktans yang dapat diabaikan pada frekuensi tinggi. Resistor bias RBIAS memasok arus bias ke base, dan ini dapat juga dianggap mempunyai pengaruh yang dapat diabaikan terhadap kinerja pada frekuensi tinggi. sumber sinyalnya ditunjukkan sebagai pembangkit anis ekivalen is dan Rs. Rangkaian ekivalennya, yang menggunakan rangkaian ekivalen hybrid-lt untuk transistor

image042

image044

Dari rangkaian ekivalen  dapat dilihat bahwa resistans output transistor dan resistans beban-nya berada dalam keadaan paralel dengan rangkaian tertala outPut. Kapasitans outpttt transistor, yang ditunjukkan sebagai C”, paralel dengan kapasitans penala rangkaian C2 dan akan merupakan bagian dari rangkaian resonan.

5.6 Amplifier Common-base

Efek kapasitor umpan balik ccU dapat dinul-kan sama sekali dengan menghubungkan transistor dalam konfigurasi comidon-base, rangkaian ekivalen sinyal kecil G. Dengan ragam pengoperasian ini, ccU tampak paralel dengan kapasitans output Cc dan karena itu tidak menyumbang kepada kapasitans input. Input resistans-nya aJgm di mana oco = ßJ(ß0 + l)

Oleh karena itu maka resistans input untuk rangkaian CB jauh lebih kecil daripada yang untuk rangkaian CE yang diberikan oleh ßJgm. Kapasitans input-nya adalah Ceb/ = Cue. Resistans output untuk rangkaian CE timbul di antara kollektor dan emitter. Ini lebih tinggi daripada resistans output CE dan dapat ditunjukkan diberikan oleh rcCB ßorcCE. Karena nilainya yang sangat tinggi, resistans output dapat diabaikan bagi kebanyakan maksud praktis. Rangkaian ekivalen yang disederhanakan

image016

image018.jpg

Akan terlihat bahwa pada resonansi tidak ada penggeseran fase dengan amplifier CB, yang kontras dengan amplifier CE yang menggeser fase 1800. Besarnya gain itu adalah kurang lebih sama bagi kedua konfigurasi.

Sebagaimana yang ditunjukkan dalam bagian berikut, penguatan daya tahap CB yang tersedia lebih rendah dari yang untuk tahap CE, yang membatasi kegunaannya sebagai amplifier ujung depan.

5.7 Penguatan daya yang tersedia

Dalam bagian 4.15 ditunjukkan bahwa penguatan daya tinggi tersedia diperlukan untuk mempertahankan faktor noise rendah dengan amplifier cascade (formula Friis). Perkiraan mengenai penguatan daya amplifier CB dan CE tersedia itu dapat dibuat sbb.

image043.jpg

5.8 Amplifier Cascade

Amplifier Common. emitter dan common-base dapat dikombinasikan untuk membentuk sebuah unit amplifier yang mempunyai penguatan daya tinggi dan stabil. Unit kombinasi ini dikenal sebagai amplifier cascode (kata ini merupakan pusaka dari teknologi tabung vakum, di mana rangkaian aslinya menggunakan tahap cascade common-cathode dan common-grid).

Sebuah amplifier cascode dasar ditunjukkan dalam Gb. 5.8.1 di mana komponen bias-nya dibuang untuk penyederhanaan. Kedua transistor itu membawa amstoTéktor yang sama dan karena itu akan mempunyai transkonduktans yang sama pula. Beban éfektif- yang tampak pada tahap CE adalah resistans input tahap CB, yaitu ao/gm. Maka, penguatan tegangan tahap CE adalah gmuJgm = ao, atau hanya sedikit kurang dari unity. Ini berarti umpan balik itu tidak akan cukup untuk menimbulkan osilasi. Penguatan tegangan tahap CB adalah gmZL, dan karenanya penguatan keseluruhan tegangan-nya adalah OtogmZL = gmZL. Tahap CB stabil sesuai dengan pembawaannya, sebagaimana yang didiskusikan terdahulu, jadi keseluruhan amplifier itu stabil.

Input resistans tahap CB adalah rbe. Maka secara keseluruhan amplifier cascode itu memiliki ziri„ciri kinerja yang serupa dengan yang dimiliki oleh amplifier CE tetapi dengan kestabilan (dan perhatikan, tidak ada perubahan fase 1800), dan karena itu penguatan tegangan tersedia tinggi.

5.9 Rangkaian Ekivalen Hybrida-lt untuk FET

Dalam banyak hal  Field Effect Transistor (FET) lebih sederhana dari bipolar junction transistor (BJT) karena sangat tinggi-nya impedans input yang diberikan oleh gerbang kontrol. Rangkaian 3kivalen hybrid-Tt diperlihatkan dalam Gb. 5.9.1. Di sini, eksternal terminal diberi label G untuk gate (gerbang), S untuk source (sumber), dan D untuk drain (pembuangan). Analisis rangkaian yang nemanfaatkan FET berlangsung dengan cara yang menyerupai cara BJT yang menggunakan rangcaian ekivalen hybrid-fl.

image059.jpg

5.10 Rangkaian pencampur (Mixer)

Mixer digunakan untuk mengubah sinyal dari satu frekuensi ke frekuensi lain. Ada sejumlah alasan mengapa pengubahan frekuensi itu diperlukan, dan kenyataannya sejumlah proses mixing dipergunakan dalam penerapan khusus, yang tampil dengan nama berbeda. Modulasi, demodulasi, dan multiplikasi frekuensi merupakan beberapa contoh ini, yang akan diliput dalam bab kemudian. Istilah mixer pada umumnya dicadangkan untuk rangkaian yang mengubah sinyal frekuensi radio ke suatu nilai madya (yang dikenal sebagai intermediate frequency atau IF) dan yang memerlukan masukan dari sebuah asilator lokal (LO = local oscillator) untuk melakukannya.Ciri umum rangkaian ini diliput dalam bagian ini.

Beberapa tipe mixer (terutama yang digunakan untuk microwave) tersedia dalam bentuk unit paket, dengan masukan ports yang berlabel RF dan LO dan output port berlabel IF. Dalam aplikasi penerima tertentu rangkaian osilatornya merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian mixer, dan hanya masukan RF dan output IF sajalah yang siap untuk dapat dikenali. Semua rangkaian mixer memanfaatkan kenyataan bahwa apabila dua sinyal sinusoidal dikalikan bersama, hasilnya terdiri atas komponen frekuensi yang dijumlahkan dan yang dikurangkan atau selisihnya.

6.2 LINEAR AMPLIFIER, KELAS C AMPLIFIER, DAN FREKUENSI MULTIPLE

Ada dua tipe dasar power amplifier digunakan dalam pemancar: linear dan kelas amplifier C. Linear memberikan sinyal output yang identik, replika diperbesar dari input. output mereka berbanding lurus dengan masukan mereka; therefori, mereka setia mereproduksi input tetapi pada tingkat daya yang lebih tinggi. Semua audio amplifier adalah linear. amplifier RF linear harus tused untuk meningkatkan tingkat daya sinyal varyingamplitude RF seperti tingkat rendah AM atau sinyal SSB. Sinyal Frequencpmodulated tidak bervariasi dalam amplitudo dan, karena itu, dapat diperkuat dengan lebih efisien, nonlinear kelas C amplifier.

Linear amplifier beroperasi kelas A, AB, atau B. Kelas penguat menunjukkan bagaimana hal itu akan menjadi bias. Sebuah kelas A penguat bias sehingga melakukan terus menerus. bias diatur sehingga input bervariasi kolektor (atau drain) saat ini lebih dari satu daerah linier karakteristik transistor. Dengan cara ini, outputnya adalah reproduksi Iinear diperkuat input. Biasanya kita mengatakan bahwa kelas A amplifier melakukan untuk 360″ dari input gelombang sinus.

KELAS A amplifier adalah linear tetapi tidak sangat efisien. Untuk itu, mereka membuat power amplifier rendah. Akibatnya, mereka digunakan umumnya sebagai penguat tegangan sinyal kecil atau untuk amplifier daya rendah. Amplifier penyangga dijelaskan sebelumnya beroperasi kelas A.

Kelas B dan kelas C amplifier lebih efisien karena arus mengalir hanya sebagian dari sinyal input. Mereka membuat power amplifier yang baik, kelas C menjadi yang paling efisien. Karena kedua kelas B dan kelas C amplifier mendistorsi sinyal input, teknik-teknik khusus yang digunakan untuk menghilangkan atau mengkompensasi distorsi. Sebagai contoh, amplifier kelas B dioperasikan dalam konfigurasi push-pull, sedangkan kelas C amplifier menggunakan beban LC resonan untuk menghilangkan distorsi.

image037.jpg

image068.jpg

image070.gif

Metode pembiasan lain pada amplifier kelas C dapat kita lihat pada gambar. Dapat kita lihat pada gambar  disebut sebagai metode self-bias. Ketika tegangan mengalir pada transistor,tegangan ini dikembangkan oleh R1. Kapasitor C1 diisi dan memegang tegangan konstan. Hal ini akan dapat membuat emitter lebih positif dibandingan base.

image079.jpg

6.3 IMPEDANCE MATCHING NETWORKS

Salah satu bagian yang paling penting dari transmitter setiap adalah pencocokan jaringan yang menghubungkan satu tahap ke tahap lainnya. Dalam pemancar iypical, osilator menghasilkan sinyal pembawa dasar yang kemudian diperkuat biasanya dengan beberapa tahapan sebelum mencapai antena. Karena idenya adalah untuk meningkatkan kekuatan sinyal, sirkuit kopling interstage harus mengizinkan transfer yang efisien kekuasaan dari satu tahap ke tahap berikutnya. Akhirnya, beberapa cara harus disediakan untuk cgnnect tahap penguat akhir untuk antena, lagi untuk tujuan oftransferring jumlah maksimum yang mungkin besar.

7.4 SIRKUIT PENERIMA TYPICAL

Bagian paling penting dari penerima komunikasi adalah ujung depan. Ujung depan biasanya terdiri dari amplilier RF, mixer, dan sirkuit disetel terkait. Ini adalah bagian dari penerima yang memproses sinyal input sangat lemah. Sangat penting bahwa komponen suara rendah digunakan untuk memastikan s cukup tinggi / N ratio’ Selanjutnya, selektivitas harus sedemikian rupa sehingga secara efektif menghilangkan gambar.

Penerima digunakan pada frekuensi di atas sekitar 100 MHz, bagaimanapun, melakukan biasanya menggunakan amplifier RF. Dan amplifier RF ditemukan di beberapa sistem komunikasi frekuensi rendah juga. Tujuan utama dari amplifler ini adalah untuk meningkatkan amplitudo sinyal lemah sebelum pencampuran. RF amplifier juga menyediakan beberapa selektivitas untuk penolakan gambar.

7.11.jpg

Salah satu yang paling umum IF nilai-nilai adalah 455 kHz. Itu cukup rendah untuk memberikan selektivitas yang baik dan untuk membuat keuntungan yang tinggi dengan ketidakstabilan minimum. Dengan frekuensi masukan sampai sekitar 10 MHz, penolakan gambar yang memuaskan. Tapi di luar frekuensi itu, input disetel sirkuit tidak memberikan selektivitas yang cukup untuk mengurangi gambar ke tingkat yang dapat diterima. Ketika beroperasi di atas sekitar 10 MHz, lebih tinggi frekuensi IF yang dipilih. Sebuah nilai dalam kisaran 1500-20 kHz adalah forfrequencies memuaskan sampai sekitar 50 MHz.

7.13.jpg

Selektivitas dalam penguat IF disediakan oleh sirkuit disetel. Sebagaimana ditunjukkan sebelumnya, Cascading disetel sirkuit menyebabkan bandwidth sirkuit keseluruhan akan jauh menyempit. sirkuit disetel tinggi digunakan, tetapi dengan beberapa sirkuit tuned, bandrvidth ini bahkan narower.

SELF TEST HALAMAN 107-108

12. Linear power amplifiers are used to raise the power level of  Low Level AM and SSB Signals.
13. A Mosfet power amplifier is used to increase the power level of an FM signal.
14. Linear power amplifier operate class A,B, and AB
15. A class A transistor power amplifier has an efficiency of 50 percent. The output power is 27W. The power dissipated in the transistor is 13.5 W
16. Class A amplifier conduct for 360 degrees of a sine wave input.
17. True or false. With no input, a class B amplifier does not conduct. FALSE
18. Class B RF power amplifiers normally used a(n) Broadband configuration.
19. A class C amplifier conducts for approximatly 90 degrees to 150 degrees of the input signal.
20. In a class C amplifier, collector current flows in the form of positive pulses.
21. In a class C amplifier, a complete sinusoidal output signal is produced by a(n) Timed Circuit.
22. The efficiency of a class C amplifier is in the range of 60 to 85 percent.
23. The tuned circuit in the collector of a class C amplifier acts as a filter to eliminate Induced Voltage.
24. A class C amplifier whose output tuned circuit resonates at some integer multiple of the input frequency is called a(n) Flywheel effect.
25. Frequency multipliers with factors of 2, 3, 4, and 5 are cascaded. The input is 1.5MHz. The output is 120 MHz.
26. A class C amplifier has DC supply voltage of 28 V and an average collector current of 1.8A. The power input is 50.4 W

SELF TEST HALAMAN 150-151

53. RF amplifier provide initial RF Amplifier  and Mixer in a receiver but also add Related Tune Circuits.
54. A low-noise transistor preferred at microwave frequencies is the FET made of Metal Semiconductor.
55. Most of the gain and selectivity in a superhet is obtained in the IF amplifier.
56. The selectivity in an IF amplifier is usually produced by using Ferrite-core transformers between stages.
57. The bandwidth of a double-tuned transformer depends upon the degree of coupling between primary and secondary windings.
58. In a double-tuned circuit, minimum bandwidth is obtained with under coupling, maximum bandwidth with critical coupling and peak output with over or optimum coupling.
59. An IF amplifier that clips the positive and negative peaks of a signal is called a(n) limiter.
60. Clipping occurs in an amplifier because the transistor is driven by a high-level signal into Single transistor stage.
61. The gain of a bipolar class A amplifier can be varied by changing the positive peaks and negative peaks.
62. The overall RF-IF gain of a receiver is approximately 89 dB.
63. Using the amplitude of the incoming signal to control the gain of the receiver is known as AGC Voltage gen.
64. AGC circuits vary the gain of the IF amplifier.
65. The DC AGC Voltage is derived from a(n) AGC circuit connected to the demodulator or IF output.
66. Reverse AGC is where a signal amplitude increase causes a(n) AGC Voltage in the IF amplifier collector current.
67. Forward AGC uses a signal amplitude increase to positive voltage the collector current,which decreases the IF amplifier gain.
68. The AGC of a differential amplifier is produced by controlling the current produced by the Constant Current Source transistor.
69. In dual-gate MOSFET IF amplifier, the dc AGC Voltage is applied to the R1 to gate 2.
70. Another name for AGC in an AM receiver is Dual Gate MOSFET.
71. In an AM receiver, the AGC voltage is derived from the IF Signal.
72. Large input signals cause the gain of a receiver to be reduced by the AGC.
73. An AFC circuit corrects for frequency drift in the feedback control circuit.
74. The AFC DC control voltage is derived from the output of the demodulator circuit in a receiver.
75. A(n) Demodulator is used in an AFC circuit to vary the LO frequency.
76. A circuit that blocks the audio until a signal is received is called a(n) squelch circuit.
77. Two types of signals used to operate the squelch circuit are audiotone and audiosignal.
78. In a CTCS system, a low-frequency frequency tone is used to trigger the squelch circuit.
79. A BFO is required to receive CWCode and SSB Signals.

TUGAS ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

1. Apa Itu Induktansi Bersama dan Induktansi Diri?

A. Induktansi Bersama

Induktansi bersama memerlukan kehadiran dua solenoid atau lebih. induktansi bersama memperhitungkan efek satu solenoid terhadap solenoid lainnya. misalkan kita memiliki dua solenoid yang didekatkan. solenoid pertama dialiri arus i yang berubah terhadap waktu akibatnya medan magnet yang dihasilkan solenoid tersebuit berubah-ubah. sebagian medan magnet ini masuk kedalam rongga solenoid kedua sehingga menghasilkan fluks pada solenoid kedua. karena medan magnet berubah-ubah maka fluks magnetik pada solenoid kedua juga berubah-ubah. akibatnya pada solenoid kedua muncul GGL induksi. untuk menghitung besarnya induktansi bersama digunakan persamaan sebagai berikut :

M12=M21=M

 


perubahan arus pada satu solenoid akan mengakibatkan munculnya ggl induksi pada solenoid alin yang berada didekatnya.

B. Induksi Diri Pada Selenoida Dan Toroida

Solenoida merupakan kumparan kawat yang terlilit pada suatu pembentuk silinder. Pada kumparan ini panjang pembentuk melebihi garis tengahnya. Bila arus dilewatkan melalui kumparan, suatu medan magnetik akan dihasilkan di dalam kumparan sejajar dengan sumbu. Sementara itu, toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya menjadi berbentuk lingkaran. Sebuah kumparan yang memiliki induktansi diri L yang signifikan disebut induktor. Induktansi diri L sebuah solenoida dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan dibawah. Medan magnet di dalam solenoida adalah :

B = μ  . n . I

dengan n = \frac{N}{l} sehingga diperoleh

\varepsilon =-N\left ( \frac{\Delta \Phi _B}{\Delta t} \right )=-L\left ( \frac{\Delta I}{\Delta t} \right )

L=-N\left ( \frac{\Delta \Phi _{B}}{\Delta I} \right )

karena B Φ = B.A = \frac{\mu _0.N.A.\Delta I}{l}

Perubahan I akan menimbulkan perubahan fluks sebesar \Delta \Phi _{B}=\frac{\mu _0.N.A.\Delta I}{l}

Sehingga L=N\frac{\Delta \Phi _B}{\Delta I}

L=\frac{\mu _{0}.N^{2}.A}{l}

dengan:

L = induktansi diri solenoida atau toroida ( H)
μ0 = permeabilitas udara (4 π × 10-7 Wb/Am)
N = jumlah lilitan
l = panjang solenoida atau toroida (m)
A = luas penampang (m2)

2. Apa Itu Rangkaian Penala/Tunner?

FUNGSI TUNER, JENIS-JENIS TUNER, FUNGSI KAKI-KAKI TUNER DAN KERUSAKAN PADA TUNER

Di atas adalah diagram blok tuner 1 band dan tidak jauh berbeda untuk band yang lain. Sinyal RF diterima oleh antena kemudian ditala/dipilih oleh rangkaian tala pada penguat RF pertama kemudian dimasukan ke rangkaian mixer, mixer ini berfungsi untuk mencampur frekuensi yang telah terpilih dan dikuatkan oleh penguat RF pertama dengan frekuensi lokal yang tertala juga. Dari proses mixing tersebut, dihasilkan beberapa frekuensi baru yang salah satunya dikuatkan dan difilter untuk menghasilkan frekuensi IF. Karena frekuensi IF yang dihasilkan harus dipertahankan pada frekuensi tertentu, maka semua rangkaian tala harus dalam posisi yang selaras, artinya, jika rangkaian tala/pemilih digeser naik 1MHz, osilator juga digeser naik 1MHz juga, keduanya secara bersamaan.
Rangkaian tala umumnya terdiri dari induktor dan kapasitor yang tersusun secara paralel (membentuk band pass filter atau perangkap gelombang). Pada umumnya, rangkaian tala pada osilator lokal juga mempunyai bentuk yang sama pula. Sedangkan metode-metode penggeseran/pemilihan frekuensi dengan menggeser nilai capasitor dalam rangkaian resonansinya, dapat menggunakan varco atau menggunakan dioda varaktor. Dioda varaktor ini bekerja mirip dengan kapasitor trimmer, tetapi dengan kontrol tegangan. Semakin tinggi tegangan yang masuk, semakin rendah nilai kapasitansi varactor, semakin rendah nilai kapasitor, semakin tinggi frekuensi yang tertala atau yang dihasilkan oleh osilator lokal.

3. Jelaskan Macam Macam Trafo Frekuensi Rendah, Menengah dan Tinggi !

A. Trafo Frekuensi Rendah

Trafo frekuensi rendah bekerja pada frekuensi audio (20Hz-20KHz) atau frekuensi diatasnya yang masih termasuk frekuensi rendah. Ciri khas trafo yang bekerja pada frekuensi rendah umumnya menggunakan inti besi yang lunak, khususnya pada range frekuensi audio. Contoh trafo frekuensi rendah yaitu Trafo Adaptor dan Trafo Output/Input.

B. Trafo Frekuensi Menengah

Trafo frekuensi menengah  disebut dengan Trafo IF (Intermediate Frequncy), dan sesuai namanya trafo ini hanya bekerja pada frekuensi menengah. Umumnya trafo jenis ini digunakan untuk radio sebagai penerima frekuensi AM/FM. Di dalam trafo ini sudah terdapat lilitan baik primer maupun sekunder yang dirangkai dan di-paralel dengan kapasitor khusus guna keperluan frekuensi menengah untuk menciptakan rangkaian resonansi L-C.

Frekuensi pada trafo ini sudah ter-standarisasi frekuensi menengah yaitu 455KHz untuk keperluan Amplitudo Modulation (AM). Sedangkan untuk keprerluan Frequency Modulation(FM)  juga sudah terstandarisasi frekuensi menengah yaitu 10,7MHz.

C. Trafo Frekuensi Tinggi

Trafo frekuensi tinggi banyak digunakan untuk kebutuhan pembangkitan frekuensi (osilator), Flyback (rangkaian televisi tabung), atau lilitan resonansi. Trafo frekuensi tinggi yang digunakan untuk osilator lebih populer dengan sebutan spul osilator. Sedangkan lilitan osilator yang sering digunakan biasanya osilator Hartley dan Coolpits.

Disamping itu pada frekuensi tinggi, trafo jenis ini juga sering digunakan untuk trafo resonansi. Trafo resonansi sendiri banyak digunakan untuk penyesuaian impedansi antara pemancar dan antena. Oleh karena itu trafo resonansi juga disebut dengan spul antena.

TUGAS SOFTSKILL EKONOMI TEKNIK (TEMPLATE PROPOSAL)

Proposal Bisnis

Nama Perusahaan        : PT. Franchise Makanan Indo

Alamat                              : Jl. Trikora1 No.46

Telepon                           : (021) – 877xxxxx

Ringkasan Eksekutif

Kami PT. Franchise Makanan Indo sebagai pengambil keputusan berkomitmen menjalankan perusahaan secara professional agar bisa memasarkan produk tepat waktu dan bisa menjualnya dengan lancar. Produksi kami adalah membuat sebuah distribusi layanan francshise ayam goreng untuk franchisor  yang ingin bergabung dengan kami dan memasarkan produk kami pada masyarakat luas. Para franchisor dapat bergabung dengan kami dan akan di proses segala kebutuhan nya dalam waktu satu bulan

Tujuan

Dalam menjalani usahaini, kami mempunyai tujuan yang terencana dengan baik, yaitu tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek:

Kami akan memasarkan produk franchise kami dan mencari franchisor untuk ikut bergabung dengan kami dalam memasarkan franchise kami. Pangsa pasar kami adalah kalangan umum dan perumahan terintegrasi.

Jangka menengah:

Kami akan membuat produk yang berbeda dari sebelumnya yaitu franchise burger bakar dan dapat menjangkau produk franchise kami ke seluruh indonesia. Pangsa pasar kami adalah kalangan umum dan perumahan terintegrasi

Jangka Panjang:

Kami akan terus berinovasi guna menjawab tantangan zaman.

Misi dan Visi Perusahaan

Visi :

Ikut dalam meningkatkan kualitas makanan di indonesia

Misi :

  • Membuat produk yang berkulitas, sehat, aman dan bergizi
  • Berusaha membuat hati masyarakat ikut senang dalam memilih makanan
  • Terus berinofasi guna menjadikan produk dalam negeri sebagai primadona di negeri sendiri

Sekilas Perusahaan

  1. Franchise Makanan Indo adalah perusahaan penyedia dan pembuat franchise makanan di indonesia yang berkualitas, sehat, aman dan bergizi.

Kepemilikan Perusahaan

  1. Franchise Makanan Indo adalah perusahaan pribadi yang dimiliki oleh Muhammad Fahrul Rozi, ST

Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Franchise Makanan Indo adalah perusahaan penyedia dan pembuat franchise makanan di indonesia yang berkualitas, sehat, aman dan bergizi. . Didirikan pada 14 Oktober 2010 oleh Muhammad Fahrul Rozi. Perusahaan ini berlokasi di Jl. Trikora1 No.46.

Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

Antmedia Berlokasi di Jl. Trikora1 No.46. Tempat usaha berupa bangunan sewa dua lantai dengan ukuran 30×30 meter.

Produk

  1. Franchise Makanan Indo saat ini mempunyai satu produk, yaitu franchise ayam goreng yang berkualitas, sehat, aman dan bergizi Berikut ini adalah produk yang sedang kami buat

 Franchise Ayam Goreng

  • Ayam goreng dengan berbagai varian serta berbagai kenikmatan untuk masyarakat

 

Karakteristik dan Perbandingan Kompetitif Produk

Produk kami adalah produk berkualitas yang berbeda dalam bentuk penyajian dan karakteristiknya. Pada setiap produk kami yang bernuansa ayam tentu akan selalu meningkatkan rasa ingin tahu terhadap produk kami, yang tujuannya adalah mengingatkan franchisor untuk selalu ingin tahu . Sedangkan pada setiap produk yang kami buat pun tentu akan berlisensi halal. Untuk harga, kami akan menjualnya franchise kami dengan harga 10 juta sudah termasuk keperluan lain lain.

Analisis Pasar

Maraknya produk makanan yang tidak sehat namun berkualitas bagus yang dijual murah di pasar tentu akan menjadi salah satu kendala dalam pemasaran produk kami. Namun begitu, kami berkeyakinan bahwa produk kami, Insya Allah masih bisa laku lantaran kami memiliki pelanggan tetap yang tentunya lebih tertarik pada produk kami.

Analisis Industri

Saat ini kami mengetahui bahwa ada beberapa perusahaan franchise lokal yang sudah menjual produknya ke pasar, namun begitu kami tetap berkeyakinan kalau produk kami, Insya Allah masih bisa laku lantaran adanya perbedaan karakteristik. Selain itu, kami pun mengetahui bahwa mayoritas konsumen di negeri ini adalah muslim, yang tentunya menginginkan produk yang halal.

 Peramalan Pasar

Jika kelak tujuan jangka menengah kami sudah tercapai, Insya Allah kami siap bersaing di pasar Internasional, khususnya guna memenuhi kebutuhan konsumen muslim luar negeri.

Strategi Pemasaran

Strategi kami adalah strategi samudera biru, yang mana perusahaan kami akan bekerja sama dengan perusahaan lain guna mencapai tujuan. Salah satunya adalah bekerja sama dengan beberapa perusahaan penyedia bahan baku lokal  ternama dalam suplai bahan kami dan memasarkan produk kami lebih efektif.

Organisasi

Perusahaan kami terdiri dari :

Divisi Produksi

  • Kepala Produksi

Bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang berkualitas

  • Product designer
  • Graphic Designer dan Animator
  • Photographer dan Writer
  • Supply Chain

 

Divisi Keuangan dan Manajemen

  • Kepala keuangan dan manajemen

Bertanggung jawab dalam menyediaan dana produksi dan operasional

  • Akuntan
  • Administrasi

 

Divisi Operasional dan Pemeliharan

  • Kepala operasional dan pemeliharaan

Bertanggung jawab dalam penyediaan dan memelihara perlengkapan kerja.

  • Quality Control
  • OB

 

Divisi Pemasaran

  • Kepala pemasaran

Bertanggung jawab dalam penjualan produk dan promosi.

  • Humas
  • Sales

 

Estimasi Biaya

Biaya Investasi

Perlengkapan kantor

  • 8 buah meja kerja
  • 4 buah cabinet
  • 3 set kursi tamu
  • 3 Dispenser
  • 4 buah AC

Perangkat Keras

  • 3 buah komputer P4
  • Sebuah Scanner
  • Sebuah Printer
  • Sebuah kamera digital
  • Sebuah Keyboard music
  • 4 buah Telepon

Perangkat Lunak

  • OS Windows 7 original
  • MS office 2010 original

Total biaya investasi = Rp. 50.000.000

Biaya Operasional

  • Sewa ruko 2 lantai selama lima tahun
  • Listrik selama setahun
  • Telepon selama setahun
  • Perlengkapan kantor setahun
  • Kemasan 3000 buah

Total biaya Operasional = Rp 30.000.000

Total Biaya keseluruhan = total biaya investasi + total biaya operasional

Total Biaya = Biaya Investasi + Biaya Operasional

Rp. 50.000.000  + Rp. 30.000.000  = Rp. 80.000.000

Pendapatan

10 franchise setahun, harga penjualan x 3 x target penjualan = Rp. 100.000.000 pertahun

Keuntungan

Keuntungan = Pendapatan – Total Biaya

Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C = Pendapatan : Total Biaya

Rp. 100.000.000 : Rp. 10.000.000 = Rp. 10.000.000

R/C sebesar Rp. 10.000.000 menunjukkan bahwa usaha tersebut masih layak dilakukan.

Break Event Point (BEP)

BEP Produksi = Total Biaya: Harga Jual

Rp. 10.000.000 : Rp 10.000.000 = 1 franchise

BEP Harga = Total Biaya : Total Produksi

Rp. 10.000.000 : 10 franchise = Rp. 1.000.000/franchise

 

Angkat tersebut menunjukkan bahwa investasi akan berada dalam titik impas jika dalam setahun mampu menjual produk sebanyak 10 franchise/tahun dan tingkat harga jual Rp. 1.000.000/franchise