TUGAS V-CLASS 3 (ENCODING)

Soal :

1. Jelaskan tentang teknik encoding Polar

2. Jelaskan tentang teknik encoding Unipolar

3. Jelaskan tentang teknik encoding Bipolar

4. Apakah yang anda ketahui tentang satelit?

5. Sebutkan kelebihan dan kelemahan menggunakan jaringan satelit!

Jawab :

1. Teknik Encoding Polar

Encoding polar menggunakan dua tingkat tegangan positif dan negatif. Sebagai contoh, RS: 232 D menggunakan Polar encoding line. Sinyal tidak kembali ke nol; baik itu tegangan positif atau tegangan negatif. Pengkodean polar dapat diklasifikasikan sebagai non return to zero (NRZ), return to zero (RZ) dan biphase. NRZ dapat dibagi lagi menjadi NRZ · L dan NRZ · saya. Biphase memiliki juga dua kategori yang berbeda yaitu Manchester dan Differential Manchester encoding. Polar pengkodean garis adalah pola sederhana yang menghilangkan sebagian besar sisa masalah DC. Gambar menunjukkan pengkodean garis Polar. Ini memiliki masalah yang sama sinkronisasi seperti yang encoding unipolar. Manfaat tambahan dari encoding polar adalah bahwa itu mengurangi daya yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal dengan satu-setengah.

polor-encoding-representation

2. Teknik Encoding Unipolar

Encoding unipolar hanya menggunakan satu tingkat dari nilai 1 sebagai nilai positif dan 0 tetap menganggur. Sejak unipolar encoding baris memiliki salah satu daerah pada 0 Volts, itu juga disebut return to zero (RTZ) seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Sebuah contoh umum dari unipolar pengkodean garis adalah tingkat logika 11’L digunakan dalam komputer dan logika digital.

Unipolar-Encoding-Techniques.png

Encoding unipolar merupakan komponen DC (Direct Current) dan oleh karena itu, tidak bisa melalui media seperti microwave atau transformator. Ini memiliki marjin kebisingan yang rendah dan kebutuhan hardware tambahan untuk tujuan sinkronisasi. Hal ini juga cocok di mana jalur sinyal pendek. Untuk jarak jauh, menghasilkan kapasitansi dalam media transmisi dan oleh karena itu, tidak pernah kembali ke nol.

3. Teknik Encoding Bipolar

Encoding bipolar menggunakan tiga level tegangan. Ini adalah positif, negatif, dan nol. Bit 0 terjadi pada tingkat nol amplitudo. Bit 1 terjadi alternatif ketika tingkat tegangan positif atau negatif dan karena itu, juga disebut sebagai Alternatif Mark Inversion (AMI). Tidak ada komponen DC karena polaritas alternatif pulsa untuk Is. Gambar menggambarkan encoding bipolar.

Bipolar-Representation.png

4. Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan.

a. Satelit Alami

Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.

b. Satelit Buatan

Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain seperti misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi. Selanjutnya pada tulisan ini akan membahas tentang satelit buatan.

Satelit merupakan sebuah benda diangkasa yang berputar mengikuti rotasi bumi. Satelit dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan fungsinya seperti: satelit komonikasi, satelit cuaca, satelit militer, dan satelit iptek.

Untuk dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan menggunakan roket. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis, dan Cina, sudah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya.

Posisi satelit berdasarkan orbitnya terbagi tiga macam, yaitu:

  • Low Earth Orbit (LEO): 500-2.000 km di atas permukaan bumi.
  • Medium Earth Orbit (MEO): 8.000-20.000 km di atas permukaan bumi.
  • Geosynchronous Orbit (GEO): 35.786 km di atas permukaan bumi.

Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.

 

5. – Kelebihan Jarigan Satelit

  • Area coverage yang luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi.
  • VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
  • Dapat Koneksi dimana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah dengan jarak, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak terhalang oleh bangunan – bangunan/ letak geografis bumi.
  • Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting.
  • Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice (PABX), video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar dengan menyewa pada provider saja.
  • Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router.
  • Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.
  • Media transmisi satelite(VSAT) tidak akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena memiliki orbit masing – masing yang bersifat unik, jadi tidak mungkin sama. Sedangkan pada wireless, bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna wireless yang lain atau frekuensi di daerah tersebut sudah penuh sehingga mengalami kesulitan.

– Kelemahan Jarigan Satelit

  • Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
  • Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka.
  • Harga relatif mahal karena harga peralatan yang mahal.
  • Memakan tempat, terutama untuk piringannya/antenanya.
  • Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
  • Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan. Dan juga, media transmisi satelite rentan terhadap cuaca, debu meteor/ debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya.
  • Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi – satelit – matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik head-end/teleport maupun ground-segment biasa.
  • Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.
Advertisements

TUGAS V-CLASS 2 (QUADRATURE AMPLITUDO MODULATION)

Soal :

1. Apa yang anda ketahui tentang QAM (Quadrature Amplitudo Modulation)

2. Jelaskan tentang 4-QAM ( 1 amplitude,  4 phases)

3. Jelaskan tentang 8-QAM (2 amplitudes, 4 phases)

4. Sebutkan empat keuntungan dari jaringan wireline (kabel)!

5. Sebutkan lima kelemahan dari jaringan wireless (nirkabel)!

Jawab :

1. Quadrature Amplitudo Modulation atau QAM adalah suatu cara pentransmisian pada laju bit-bit yang lebih tinggi pada saluran/kanal dengan lebar pita yang terbatas. Sebagai contoh penggunaan kumpulan sinyal QAM 16 titik memungkinkan 9600 bit/detik ditransmisikan pada saluran telepon dengan lebar pita 2700 Hz. Dalam kasus tersebut empat digit biner yang berurutan harus disimpan dan dikodekan kembali sebagai salahsatu dari 16 bentuk sinyal yang ditransmisikan. Sinyal-sinyal yang dihasilkan dinamakan sinyal modulasi amplitudo kuadratur (QAM). Sinyal ini dapat ditafsirkan sebagai modulasi amplitudo multitingkat yang diterapkan secara bebas pada setiap dua pembawa kuadratur.

 

2. QAM 4 keadaan merupakan teknik encoding M-er dengan M=4, dimana ada empat keluaran QAM yang mungkin terjadi untuk sebuah frekuensi pembawa. Karena ada 4 keluaran yang berbeda, maka harus ada 4 kondisi masukan yang berbeda. Karena masukan sinyal digital ke QAM modulator adalah sinyal biner, makauntuk memperoleh 4 kondisi masukan yang berbeda diperlukan lebih dari satu bit masukan. Dengan memakai 2 bit masukan, maka diperoleh 4 (22) kondisi yang mungkin : 00, 01, 10, 11 data masukan biner digabung menjadi kelompok dua bit. Masing masing kode bit menghasilkan salah satu dari 4 keluaran yang mungkin.

4qam

Dua bit dimasukkan secara seri kemudian dikeluarkan secara paralel satu bit ke kanal I dan bit lainnya serentak menuju ke kanal Q. Bit di kanal I dimodulasikan dengan pembawa (sin ωct) dan bit dikanal Q dimodulasikan dengan pembawa (cos ωct). Untuk logika 1 = +1 volt dan logika 0 = -1 volt, sehingga ada 2 fasa yang mungkin pada keluaran modulator kanal I yaitu +sin ωct dan -sin ωct. Dan ada 2 fasa yang mungkin pada keluaran modulator kanal Q yaitu +cos ωct dan -cos ωct. Penjumlahan linier menghasilkan 4 fasa resultan yang mungkin yaitu : +sin ωct +cos ωct, +sin ωct -cos ωct, dan -sin ωct + cos ωct, dan -sin ωct -cos ωct. Jika masukan biner dari Q = 0 dan I = 0 maka dua masukan modulator kanal I adalah -1 dan (sin ωct). Sedangkan dua masukan modulator kanal Q adalah -1 dan cos ωct.

3. QAM 8 keadaan adalah teknik encoding M-er dengan M=8. Dengan QAM 8 keadaan keluaran yang mungkin untuk satu frekuensi pembawa. Untuk memperoleh 8 kondisi masukan yang berbeda maka data masukan biner digabung menjadi tiga kelompok bit yang disebut TRIBIT (23 = 8). Masing –masing kode tribit menghasilkan salah satu keluaran yang mungkin .

Masukan bit serial mengalir ke pembelah bit dimana mengubah ke bit paralel, menjadi keluaran tiga kanal (kanal I atau kanal ‘in-phase’, kanal Q atau ‘in quadrature’, dan kanal C atau ‘kontrol’). Sehingga laju bit pada masing –masing kanal menjadi sepertiga laju data masukan (fb /3). Bit kanal I dan C menuju konverter kanal I dan bit di kanal Q dan C menuju conventer kanal Q. Conventer ‘2 to 4 level’ adalah DAC (digital to analog conventer) engan masukan paralel masukan 2 bit, ada 4 tegangan keluaran yang mungkin. Bit kanal I atau Q menentukan dari polaritas dari keluaran, sinyal analog PAM (logika 1 = +V dan logika 0 = –V ). Sedangkan bit kanal C menentukan besarnya (logika 1= 1,307 V dan logika 0 = 0,541 V), karena bit kanal C sama sebagai masukan converter kanal I dan Q, maka besar sinyal kanal I dan Q selalu sama.

8qam

Sejak data dibagi menjadi tiga kanal, laju data pada kanal I, kanal Q, dan kanal C. Adalah sebesar sepertiga dari laju data masukan (fb /3). Karena bit di kanal I, Q, C dikeluarkan secara serentak dan paralel, converter juga mengalami perubahan pada masukan keluaran pada laju yang sama yaitu fb /3.

4. Keuntugan Jaringan Wireline

– Transmisi data 10 s.d. 100 Mbps
– Delay atau waktu koneksi antarkomputer cepat
– Transmisi data berjalan dengan lancar
– Biaya peralatan terjangkau
5. Kelemahan Jaringan Wireless
– Kualitas sinyal akan dipengaruhi oleh provokasi udara
– Mahal dalam investasi jika dibanding dengan menggunakan kabel
– Kemungkinan penyadapan koneksi lebih besar terjadi
– Biaya peralatan mahal
– Delay (kelambatan) yang sangat besar

TUGAS V-CLASS 1 (DEFINISI KOMUNIKASI DIGITAL)

Soal :

1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam saluran komunikasi yang sekarang ini umum dipakai.

2. Jelaskan ciri atau spesifikasi Frequency Shift Keying (FSK) dan Binary Frequency Shift Keying (BFSK)

3. Jelaskan  tentang  Pulsa Code Modulation

4.Jelaskan tentang jaringan satelit, sebutkan kelebihan dan kekurangan jaringan satelit.

Jawab :

1. Secara garis besar saluran komunikasi menjadi dua jenis yakni :

a. Saluran Komunikasi Pribadi (personal) mencakup dua atau lebih orang berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Mereka dapat bertatap muka, telepon, surat elektronik, atau chatting melalui internet. Saluran ini memungkinkan komunikasi pribadi danmendapatkan umpan balik.

b. Saluran Komunikasi Nonpribadi (Non Personal).Saluran komunikasi jenis inimelakukan proses penyampaian pesan tanpa melakukan kontak  atau inetarksi pribadi. Proses komunikasi ini melalui media seperti koran, majalah, website, atau acara yang dirancang sedemikian rupa untuk mengkomunikasikan produk.

 

2. Ciri atau spesifikasi Frequency Shift Keying (FSK) dan Binary Frequency Shift Keying (BFSK)

A. Frequency Shift Keying (FSK)

Modulasi  digital  Frequency  Shift  Keying  (FSK)  merupakan  sejenis Frequency  Modulation  (FM),  dimana  sinyal  pemodulasinya  (sinyal  digital) menggeser  outputnya  antara  dua  frekuensi  yang  telah  ditentukan sebelumnya, yang biasa diistilahkan frekuensi  mark  dan  space.  Modulasi digital dengan FSK juga   menggeser  frekuensi  carrier  menjadi  beberapa  frekuensi  yang berbeda didalam   band-nya  sesuai  dengan  keadaan  digit  yang  dilewatkannya. Jenis modulasi  ini  tidak  mengubah  amplitudo  dari  signal  carrier  yang berubah  hanya frekuensi.

Teknik FSK banyak digunakan untuk informasi pengiriman jarak jauh atau teletype. Standar FSK untuk  teletype  sudah dikembangkan selama bertahun-tahun, yaitu  untuk  frekuensi  1270  Hz  merepresentasikan  mark  atau  1,  dan 1070  Hz merepresentasikan  space  atau  0.  Adapun  bentuk  dari  sinyal modulasi  digital Frequency Shift Keying (FSK) adalah sebagai berikut:

download

B. Binary Frequency Shift Keying (BFSK)

Dengan FSK biner,pada frekuensi carrier tergeser (terdeviasi) oleh input data biner.Sebagai konsekuensinya,  output  pada   suatu  modulator  FSK  biner  adalah  suatu  fungsi  step  pada domainfrekuensi.  Sesuai  perubahan  sinyal  input  biner  dari  suatu  logic  0  ke  logic  1,  dan sebaliknya, output FSKbergeser diantara dua frekuensi: suatu  „‟mark‟‟  frekuensi atau logic 1 dan suatu  “space” frekuensi atau logic 0.Dengan FSK biner, ada suatu perubahan frekuensi output setiap adanya perubahan kondisi logic padasinyal input. Sebagai konsekuensinya, laju perubahan output adalah sebanding dengan laju perubahan input.

Dalam modulasi digital, laju perubahan input pada modulator disebut bit rate dan memiliki satuan  bit per second (bps). Laju perubahan pada output modulator disebut baud  atau baud rate dan sebandingdengan keterkaitan waktu pada satu elemen sinyal output. Esensinya, baud adalah kecepatan simbol perdetik. Dalam  FSK  biner,  laju  input dan  laju output adalah sama; se hingga,  bit rate dan baud rate adalahsama. Suatu FSK biner secara sederhana diberikan seperti Gambar.

download-1

3. PCM / Pulse Code Modulation atau Modulasi Kode Pulsa adalah salah satu teknik memproses suatu sinyal analog menjadi sinyal digital melalui kode-kode pulsa. Proses-proses utama pada sistem PCM, diantaranya Proses Sampling (Pencuplikan), Quantizing (Kuantisasi), Coding (Pengkodean), Decoding (Pengkodean Kembali).

a. Sampling adalah : proses pengambilan sample atau contoh besaran sinyal analog pada titik tertentu secara teratur dan berurutan
Frekuensi sampling harus lebih besar dari 2 x frekuensi yang disampling (sekurang-kurangnya memperoleh puncak dan lembah) [teorema Nyqust]
Hasil penyamplingan berupa PAM (Pulse Amplitude Modulation
b. Quantisasi : Proses menentukan segmen-segmen dari amplitudo sampling dalam level-level kuantisasi
Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan dengan harga integer dari level kuantisasi yang terdekat
c. Pengkodean : proses mengubah (mengkodekan) besaran amplitudo sampling ke bentuk kode digital biner
d. Multiplexing : dari banyak input menjadi satu output
fungsi : Untuk penghematan transmisi
Menjadi dasar penyambungan digital

4. Satellite merupakan alat dalam orbit bumi yang khusus untuk menerima atau menghantarkan data secara nirkabel (tanpa kabel). berkomunikasi melalui frekuensi radio. Komunikasi satelit mirip dengan line-of-sight microwave (transmisi mengikuti garis lurus/LoS), hanya saja salah satu stasiunnya, yaitu satelit, mengorbit di atas bumi. Satelit berfungsi seperti antena dan repeater yang sangat tinggi. Sebagai repeater, berfungsi untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya yang merupakan lokasi stasiun bumi tujuan atau penerima. Dalam komunikasi GEO ( merupakan sistem komunikasi satelite yang paling banyak) posisi satelite adalah sekitar 36.000 km di atas bumi. Satelit komunikasi merupakan stasiun Relay atau Repeater gelombang microwave yang diletakkan di angkasa. Satelit ini menerima sinyal radio dengan bidang frekuensi tertentu dari bumi setelah diperkuat dan diubah ke bidang frekuensi yang berbeda.

Satelit adalah suatu station relay. Satelit menerima pada satu frekuensi, memperkuat atau mengulang sinyal dan transmit pd frekuensi lain. Memerlukan orbit geo-stationary, tinggi 35,784 km
a. Kelebihan Jaringan Satelit
  • Area coverage yang luas, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global, bahkan dapat mencapai setengah dari permukaan bumi.
  • VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
  • Dapat Koneksi dimana saja. Tidak perlu terjadi LoS (Line of Sight) dan tidak ada masalah dengan jarak, karena garis lurus transfer data ke arah luar bumi jadi tidak terhalang oleh bangunan – bangunan/ letak geografis bumi.
  • Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting.
  • Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice (PABX), video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar dengan menyewa pada provider saja.
  • Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP/ NAP router.
  • Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.
  • Media transmisi satelite(VSAT) tidak akan bertabrakan dengan VSAT yang lain karena memiliki orbit masing – masing yang bersifat unik, jadi tidak mungkin sama. Sedangkan pada wireless, bisa saja terjadi tabrakan frekuensi dengan pengguna wireless yang lain atau frekuensi di daerah tersebut sudah penuh sehingga mengalami kesulitan.

b. Kelemahan Jaringan Satelit

  • Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
  • Dalam hal keamanan, yaitu transmisi data sangat mudah ditangkap karena berjalan melalui udara terbuka.
  • Harga relatif mahal karena harga peralatan yang mahal.
  • Memakan tempat, terutama untuk piringannya/antenanya.
  • Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
  • Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan. Dan juga, media transmisi satelite rentan terhadap cuaca, debu meteor/ debu angkasa, dan keadaan cuaca lainnya.
  • Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi – satelit – matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik head-end/teleport maupun ground-segment biasa.
  • Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.

Rencana Pembiayaan (Ekonomi Teknik)

A. Biaya Pembuatan Catu Daya (Power Supply)

No. Nama Barang Jumlah Harga Satuan Harga Total
1. IC Regulator 4 Rp. 3.000 Rp. 12.000
2. Fuse 6 Rp. 1.000 Rp. 6.000
3. Timah 5 meter Rp. 500 Rp. 2.500
4. Dioda Bridge 3 Rp. 3.000 Rp. 9.000
5. Elco 6 6 Rp. 4.000 Rp. 24.000
6. Elco 5 Rp. 1.000 Rp. 5.000
7. Travo 3A 1 Rp. 75.000 Rp. 75.000
8. FeCl3 3 Rp. 5.000 Rp. 15.000
9. Mini Drill 1 Rp. 75.000 Rp. 75.000
10. LED 6 Rp. 1.000 Rp. 6.000
11. Acrylic 1 set Rp. 175.000 Rp. 175.000
12. PCB Polos 1 Rp. 5.000 Rp. 5.000
13. Potensiometer 2 Rp. 4.000 Rp. 4.000
14. Solder 1 Rp. 50.000 Rp. 50.000
15. Spidol 2 Rp. 7.000 Rp. 14.000
16. Lem tembak 1 Rp. 22.500 Rp. 22.500
17. Kapasitor 4 Rp. 10.000 Rp. 40.000
18. Resistor 6 Rp. 2.000 Rp 12.000
19. Thyristor 3 Rp. 4.000 Rp. 12.000
20. Kabel 1 Rp. 20.000 Rp. 20.000
JUMLAH Rp. 584.000

+ Perbandingan dari segi kelebihan dari kedua jenis catu daya normal dan catu daya rakitan adalah pada presisi output yang dihasilkan, dimana pada catu daya normal presisi output nya jauh lebih baik ketimbang catu daya rakitan.

– Perbandingan  dari segi kekurangan dai kedua jenis catu daya normal dan catu daya rakitan adalah pada sisi ekonomis nya, dimana catu daya normal lebih mahal karena menggunakan bahan standar pabrik terbaik dalam perakitan nya dan dikemas dalam bentuk yang menarik, ketimbang catu daya rakitan yang menggunakan bahan seadanya serta dikemas dalam kemasan yang sedanya juga.

 

B. Biaya Pembuatan Komputer Gaming

Nama Barang Jumlah Harga Satuan Harga Total
Intel Core i3-6100 3.7Ghz 1 Rp 1.490.000 Rp 1.490.000
MSI H110M GAMING 1 Rp 1.342.000 Rp 1.342.000
WDC 1TB SATA3 1 Rp 620.000 Rp 620.000
Avexir DDR4 Core Red PC19200 8GB 1 Rp 630.000 Rp 630.000
XFX Radeon RX 460 4GB DDR5 1 Rp 1.980.000 Rp 1.980.000
Cube Gaming Weiss Black 1 Rp 405.000 Rp 405.000
Seasonic ECO Series 430W 1 Rp 560.000 Rp 560.000
LG LED 20″ 1 Rp 1.060.000 Rp 1.060.000
LG DVDRW 24X SATA 1 Rp 160.000 Rp 160.000
Logitech G100s 1 Rp 380.000 Rp 380.000
Grand Total Rp 8.627.000

 

C. Rencana Biaya Pembuatan Light Detector Robot

No. Nama Barang Kuantitas Harga Harga Total
1. Acrylic 1 set Rp. 175.000 Rp. 175.000
2. IC  AT89C51 1 Rp. 5.000 Rp. 5.000
3. IC LM324 1 Rp. 5.000 Rp. 5.000
4. IC L293D 1 Rp. 3.000 Rp. 3.000
5. Krystal 1 Rp. 7.000 Rp. 7.000
6. LDR 2 Rp. 500 Rp. 1.000
7. MinSys 1 Rp. 25.000 Rp. 25.000
8. Motor DC 2 Rp. 2.000 Rp. 4.000
9. Trimpot 1 Rp. 2.000 Rp. 2.000
10. Resistor 2 Rp. 700 Rp. 1.400
11. Kapasitor 2 Rp. 1.000 Rp. 2.000
JUMLAH Rp. 231.400

Aliran Uang (Cash Flow) Dan Penyusunannya

A. Pengertian Aliran Uang

Aliran Uang (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.

Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Aliran Uang adalah arus masuk dan arus keluar uang atau setara uang. Laporan aliran uang merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan aliran uang merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :

1. Cash inflow
Cash inflow adalah aliran uang yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan uang (penerimaan uang). Aliran uang masuk (cash inflow) terdiri dari:
•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.
•    Penjualan aktiva tetap yang ada.
•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.
•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

2. Cash out flow
Cash out flow adalah aliran uang yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran uang. Aliran uang keluar (cash out flow) terdiri dari :
•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
•    Pembelian aktiva tetap.
•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.

Laporan aliran uang ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan aliran uang harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.

Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.

Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.

Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.

 

B. Penyusunan Aliran Uang ( Cash Flow) Dan Perhitungannya

Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

Cash flow memuat tiga bagian utama, yang terdiri dari:

1. Cash in flow, pada bagian ini mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima , jumlah dananya dan waktu dalam periode tersebut, yang akan dihasilkan berupa penjualan tunai, penjualan kredit yang akan menjadi piutang, hasil penjualan aktiva tetap dan penerimaan lainnya. Perincian kas ini terdiri dari dua sifat, yaitu kontinyu dan intermitan.

2. Cash out flow, pada bagian ini berhubungan dengan pengidentifikasian semua kas yang sudah diantisipasi, antara lain pembelian barang dagang baku, pembayaran hutang, upah, administrasi, dan pengeluaran lainnya. Cash out flow juga punya dua sifat yang sama yaitu kontinyu dan intermitan

3. Financing (pembiayaan), pada bagian ini menunjukan besarnya net cash flow dan besarnya kebutuhan dana jika terjadi deficit.
CONTOH SOAL
Berikut ini adalah estimasi penerimaan dan pengeluaran perusahaan PT. Usaha Anda yang bergerak dibidang industri makanan dalam waktu enam bulan.

Untuk menyusun proyeksi arus kas untuk bulan January sampai dengan bulan juni, dilakukan dengan asumsi sebagai berikut :
• Saldo kas awal Rp 10,000,000
• Saldo kas minimum yang harus dipertahankan sebesar Rp 10,000,000/bulan
• Platfond pinjaman yang diberikan oleh bank adalah sebesar Rp 50,000,000 dengan bunga 10 % flat jangka waktu 1 tahun, tetapi pencairannya sesesuaikan dengan kondisi arus kas pada perusahaan.
ESTIMASI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN
PT.USAHA ANDA
Periode januari – February 2006
(dalam jutaan rupiah)

ASUMSI PENERIMAAN

ASUMSI PENGELUARAN

Dari asumsi penerimaan dan pemasukan yang akan didapat pada enam bulan mendatang maka dapat disusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dibawah ini :

Setelah menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran, dapat terlihat bahwa pengeluaran pada bulan January lebih besar dari penerimaannya, sehingga perusahaan mengalami deficit sebesar Rp 2,000,000. untuk menutupi deficit tersebut perusahaan menggunakan fasilitas pinjaman yang diberikan oleh bank. Besarnya pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan, dalam hal ini maka untuk menjaga saldo kas minimum yang harus dipelihara perusahaan maka perusahaan menggunakan pinjaman dana sebesar Rp 2,000,000 dengan syarat ketentuan diatas. Untuk melihat apakah perusahaan tersebut fleksibel atau tidak maka dapat dilihat estimasi cash flow di bawah ini :

Dari estimasi tersebut, kas perusahaan menunjukan hasil yang surplus dan perusahaan dapat mengembalikan pinjaman bank sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan pada akhirnya perusahaan tersebut secara financial dapat dikatakan flexible.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita lihat manfaat dari cash flow

1. Cash flow merupakan alat pengkontrol keuangan perusahaan dan sebagai alat ukur keberhasilan dalam mencapai target yang di tetapkan, dapat juga digunakan sebagai alat penaksir kebutuhan di masa yang akan datang..

2. Dalam penyusunan cash flow harus diperhatikan yang mana saja yang dapat mempengaruhi dan yang tidak dapat mempengaruhi contoh; pengakuan adanya kerugian piutang, adanya pengkuan atau pembebanan depresiasi, adanya pembayaran stock defidend merupakan sesuatu yang tidak mempengaruhi cash flow.

3. Bagi kreditor atau bank dengan laporan cash flow dapat menilai kemampuan perusahaan dalam mambayar bunga atau mengembalikan pinjamannya.

4. Pada intinya aliran cash flow dengan sumber-sumber dan penggunaan dana adalah sama dan perhitungan penerimaan cash flow hanya memasukan penjualan secara tunai sedangkan hasil penjualan kredit baru akan dimasukan setelah benar-benar diterima secara tunai.

5. Dalam penerapannya sebelum membuat cash flow, tentukan besarnya kas minimum yang tersedia (safety cash balance), apabila pada estimasi cash out flow lebih besar dari pada cash flow in maka akan terjadi deficit. Salah satu cara untuk menutup deficit tersebut adalah dengan mengajikan pinjaman ke bank

6. Asumsi merupakan suatu konsep dasar yang harus diterapkan walau pun angapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan, semakin banyak anggapan yang digunakan (pada umumnya tidak sesuai kenyataan) akan banyak kelemahan pada analisa tsb

Seperti yang telah diketahui bersama, bahwasanya semua kegiatan investasi dimulai dan diukur dengan uang dan waktu. Oleh karena itu, perhitungan kelayakan investasi didasarkan pada aliran uang masuk (cash flow) dan nilai uang yang dikaitkan dengan waktu (time value of money). Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber yang ada. Yang perlu memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan estimasi keuntungan yang akan diperoleh pada masa-masa yang akan datang. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu perlu dibuatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan.

Dalam membuat estimasi pendapatan yang akan diperoleh dimasa yang akan datang perlu dilakukan perhitungan secara cermat dengan membandingkan data dan informasi yang ada sebelumnya. Begitu juga dengan estimasi biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama periode tertentu, termasuk jenis-jenis biaya yang akan dikeluarkan perlu dirinci serinci mungkin. Semua ini tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnya akan dituangkan dalam aliran kas (cash flow). Jadi cash flowmerupakan aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mengambarkan berapa uang yang masuk (cash in) keperusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut juga menggambarkan uang yang keluar (cash out) serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. Dengan dibuatnya aliran kas perusahan ini, hal ini dapat memudahkan para investor untuk dapat menilai kelayakan investasi secara finansial.

Ada 2 cara dalam menghitung cash flow, yaitu:

  1. Kas Masuk Bersih= EAT+ Penyusutan.

Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal sendiri.

  1. Kas Masuk Bersih= EAIT+Penyusutan+Bunga (1-tax)

Jika proyek/usaha tersebut dibiayai dengan modal pinjaman.

Contoh Cash Flow

Uraian Menurut lap. Akuntansi Keterangan Arus Kas
1. Pendapatan Rp. 400 juta Kas Masuk Rp. 400 juta
2. Biaya-Biaya

-Total Biaya

-Penyusutan

Rp. 200 juta

Rp. 100 juta

Kas Keluar

Kas Masuk

Rp. 200 juta

Rp. 100 juta

3. Laba Sebelum pajak (EBT) Rp. 100 juta
4. Pajak 50% Rp.  50 juta
Laba Setelah Pajak (EAT) Rp. 50 juta

Cash flow = EAT+Penyusutan         = 50 juta + 100 juta

                                                                        = 150 juta

Catatan:

EBT = Earning Before Tax (Laba Sebelum Pajak)

EAT = Earning After Tax (Laba Setelah Pajak)

Khusus bagi perusahaan yang sudah ada sebelumnya dan hendak melakukan ekspansi atau perluasan usaha, penilaian dapat pula dilakukan dari laporan keuangan yang dimilikinya. Laporan keuangan yang dinilai biasanya adalah neraca dan laporan laba rugi untuk beberapa periode (Kasmir & Jakfar, 2005:137).

  1. b. Net Present Value

Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Berbeda

Suatu perusahaan (asumsi) sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 jutaselama 5 tahun, dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 20 %, perkiraan arus kas (cash flow)pertahunnya sebagai berikut:

Tahun Arus kas
1 17.500.000
2 19.000.000
3 20.500.000
4 22.000.000
5 24.500.000

Hitunglah keuntungan perusahaan tersebut dengan menggunakan analisis NPV!

Rumus.

                  CF1     CF2        CF3             CFN

PV   =               +             +           +….+             – OI

                             (1+i)1   (1+i)2    (1+i)3             (1+i)n

NPV=    ∑ PV Cash flow – Nilai Investasi (Original investment)

Tahun

(1)

Cash Flow

(2)

Interest Rate

(3)

Present Value

(4)=(2)x(3)

1 Rp. 17.500.000 0,833 Rp. 14.577.500
2 Rp. 19.000.000 0,694 Rp. 13.186.000
3 Rp. 20.500.000 0,579 Rp. 11.869.500
4 Rp. 22.000.000 0,482 Rp. 10.604.000
5 Rp. 24.500.000 0,402 Rp. 9.849.000
Total present value

Original investment

Rp. 60.086.000

Rp. 50.000.000

Net Present Value Rp.10.086.000

Berdasarkan kriteria NPV, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima karena NPV-nya positif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan present value cash flow sebesar Rp. 10.086.000

Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Sama

Suatu perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta dengan arus kas(cash flow) Rp. 25 juta pertahun sebesar Rp.  juta selama 5 tahun dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 20 %.

Tahun

(1)

Cash Flow

(2)

Intrest Rate

(3)

Present Value

(4)=(2)x(3)

1 Rp. 25.000.000 0,833 Rp. 20.825.000
2 Rp. 25.000.000 0,694 Rp. 17.350.000
3 Rp. 25.000.000 0,579 Rp. 14.475.000
4 Rp. 25.000.000 0,482 Rp. 12.050.000
5 Rp. 25.000.000 0,402 Rp. 10.050.000
Total present value

Original investment

Rp. 74.750.000

Rp. 50.000.000

Net Present Value Rp. 24.750.000

Berdasarkan kriteria NPV, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya diterima kerena NPV-nya positif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan present value cash flow sebesar Rp. 24.750.000

  1. Profit Sharing

Dari contoh diatas. Disini peneliti ingin mengadakan perbandingan dalam menilai kelayakan investasi melalui contoh yang sama dengan menggunakan analisis Profit Sharing, dengan tetap melihat perkiraan cash flow.

Contoh:

Suatu perusahaan (asumsi) sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta selama 5 tahun dengan nisbah bagi hasil 80:20, perkiraan arus kas (cash flow) pertahunnya sebagai berikut:

Tahun Arus kas
1 17.500.000
2 19.000.000
3 20.500.000
4 22.000.000
5 24.500.000

Hitunglah keuntungan perusahaan tersebut dengan menggunakan analisis profit sharing!

Tahun

(1)

Cash flow

(2)

Nisbah Bagi Hasil

(3)

Profit Sharing

(4)=(2)x(3)

1 Rp. 17.500.000 0,2 Rp. 3.500.000
2 Rp. 19.000.000 0,2 Rp. 3.800.000
3 Rp. 20.500.000 0,2 Rp. 4.100.000
4 Rp. 22.000.000 0,2 Rp. 4.400.000
5 Rp. 24.500.000 0,2 Rp. 4.900.000
Total Profit

Jumlah Investasi

Rp. 20.700.000

Rp. 50.000.000

Profit Sharing Rp. -29.300.000

Berdasarkan analisis Profit Sharing, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya ditolak, karena jumlah Profit Sharing lebih kecil dari jumlah investasi. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan profit sharing cash flowsebesar Rp. -29.300.000

Namun, dalam analisis profit sharing besar kecilnya nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara bersama dengan berlandaskan prinsip keadilan. Artinya dalam hal ini, pihak investor dapat menawar kembali jumlah nisbah tersebut. Misalnya, berdasarkan kesepakatan antara pihak pengelola dana dan pihak pemberi dana terjadi kesepakatan nisbah bagi hasil 50:50

Tahun

(1)

Cash flow

(2)

Nisbah Bagi Hasil

(3)

Profit Sharing

(4)=(2)x(3)

1 Rp. 17.500.000 0,5 Rp. 8.750.000
2 Rp. 19.000.000 0,5 Rp. 9.500.000
3 Rp. 20.500.000 0,5 Rp. 10.250.000
4 Rp. 22.000.000 0,5 Rp. 11.000.000
5 Rp. 24.500.000 0,5 Rp. 12.250.000
Total Profit

Jumlah Investasi

Rp. 51.750.000

Rp. 50.000.000

Profit Sharing Rp. 1.750.000

Berdasarkan analisis profit sharing dengan nisbah 50:50, jumlah profit adalah Rp. 1.750.000. Artinya, jika proyek investasi ini terjadi investor akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.750.000

Aplikasi Untuk Cash Flow Setiap Tahun Sama

Suatu perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp. 50 juta dengan arus kas(cash flow) Rp. 25 juta pertahun sebesar Rp.  juta selama 5 tahun dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan dengan nisbah bagi hasil 80:20.

Tahun

(1)

Cash flow

(2)

Nisbah Bagi Hasil

(3)

Profit sharing

(4)=(2)x(3)

1 Rp. 25.000.000 0,2 Rp. 5.000.000
2 Rp. 25.000.000 0,2 Rp. 5.000.000
3 Rp. 25.000.000 0,2 Rp. 5.000.000
4 Rp. 25.000.000 0,2 Rp. 5.000.000
5 Rp. 25.000.000 0,2 Rp. 5.000.000
Total Profit

Jumlah Investasi

Rp. 25.000.000

Rp. 50.000.000

Profit Sharing Rp. -25.000.000

Berdasarkan kriteria Profit Sharing, usulan proyek investasi tersebut sebaiknya ditolak kerena Profit-nya negatif. Artinya dana sebesar Rp. 50 juta yang diinvestasikan selama 5 tahun dalam proyek tersebut dapat menghasilkan profit sharing cash flow sebesar Rp. -25.000.000

Akan berbeda hasilnya, jika dengan contoh yang sama, namun besaran nisbah bagi hasilnya 60:40,

Cash flow = 25.000.000 x 0,4 = 10.000.000

Waktu investasi = 10.000.000 x 5 = 50.000.000

Artinya, jika proyek investasi tersebut diterima, dengan nisbah bagi hasil 60:40 jumlah antara profitdan modal itu sama (impas).

Penilaian kelayakan investasi dengan menggunakan NPV, yang mengedepankan analisis kelayakan finansial, tentu akan menolak proyek investasi dengan nilai cash flowbersih yang lebih kecil dari modal, karena pihak investor akan mengalami kerugian. Akan tetapi, dalam prinsip Islam, investasi seharusnya tidak dengan menentukan keuntungan dimuka, tapi dilakukan melalui bagi hasil baik dalam keadaan untung maupun situasi rugi (profit and loss sharing). Prinsip ini lebih menjunjung keadilan, karena hasil akhir suatu kegiatan bisnis sebenarnya tidaklah pasti. Bila penentuan keuntungan dimuka, maka kemungkinan besar salah satu pihak akan mengalami kerugian, sedangkan Islam menghendaki dilakukannya perhitungan bagi hasil secara adil dengan melibatkan penyedia dana maupun pelaku aktivitas usaha.

 

C. Transformasi Karakteristik Alternatif Proyek Kedalam Dimesi Moneter

Karakteristik Proyek

Karakteristik sebuah proyek memiliki konsep sebagai berikut :

1. Manajemen Proyek bersifat kondisonal dan sementara karena waktu mempengaruhi dalam pengerjaan yang dipastikan awal dan akhirnya kapan terjadi.

2. Manajeman Proyek memiliki kewenangan biaya karena biaya tersebut memperngaruhi manajemen proyek tersebut berjalan

3. Kualitas membatasi dalam manajemen proyek

4. Manajemen proyek tidak berulang bisa dikatakan tidak akan terjadi lagi setelah selesai dalam sebuah penugasan yang disepakati.

Batasan dalam Proyek

Setiap pekerjaan atau tugas pasti ada batasan begitu pula dengan proyek itu sendiri terdapat 3 batasan yang menentukan kualitas. Berikut ini batasan dalam sebuah proyek :

  • Scope : Memiliki ketentuan tujuan sebuah proyek secara keseluruhanyang  bisa dilakukan dengan menentukan batasan-batasan apa saja yang akan diambil untuk efisien dan efektif dalam proyek untuk kontrol kualitas. Kontrol kualitas juga sangat mempengaruhi di proyek itu sendiri.
  • Cost : Biaya termasuk hal yang paling berpengaruh besar untuk sebuah proyek. Seperti biaya yang tersedia berserta pengeluarannya. Jika tidak di kelola dan di manfaatkan dengan baik bisa jadi sebuah proyek akan terhenti. Dan tidak lupa dalam cost (biaya) mempengaruhi unsur seperti pekerja non-displiner, bahan baku, dan peralatan pendukung proyek dan lain-lain.
  • Time : Percayalah mengerjakan sesuatu pasti memerlukan waktu dan proyek juga memiliki waktu khususnya dalam proses pembuatan proyek yang memerlukan jangka waktu pengerjaan yang terstruktur untuk menghasilkan hasil yang baik. Oleh karena itu tidak bisa dilakukan dengan asal dan tidak memiliki timeplan karena bisa berakibat proyek tersebut tidak selesai tepat waktu.

 

Referensi :

  1. http://ambali1994.blogspot.co.id/2015/11/aliran-uang-cash-flow.html
  2. http://sistem-akuntansi1000.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-arus-kas-cash-flow.html

Kebijakan Ketahanan Nasional Negara Cina

Cina mendefinisikan Grand Strateginya sebagai “strategi bangsa secara keseluruhan, atau persekutuan bangsa-bangsa yang menggunakan keseluruhan kekuatan nasional” untuk mencapai tujuan politik yang terkait dengan keamanan nasional dan pembangunan China. Konsep yang dapat digunakan untuk memahami strategi militer Cina adalah “Comprehensive National Power” (CNP).

Strategi tingkat pertama terfokus pada modernisasi kemampuan nuklir TPR dengan membangun suatu kekuatan misil taktis dan strategis yang kecil namun akurat dan fleksibel. Program modernisasi nuklir ini dimaksudkan untuk mendukung dua tujuan yaitu :

1. mempertahankan kemampuan antisipasi terhadap ancaman nuklir dan senjata konvensional dari negara-negara besar,

2. membangun kemampuan senjata-senjata nuklir taktis untuk digunakan dalam situasi konflik yang terbatas.

Strategi tingkat kedua menekankan perbaikan kemampuan spesifik militer konvensional untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman darat dan udara terutama yang berasal dari kawasan Asia Pasifik.

Pemerintahan Doktrin dan Strategi militer pada masa pemerintahan Xi Jinping pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pemerintahan pemerintahan sebelumnya. Xi Jinping melanjutkan kebijakan – kebijakan militer sebelumnya namun lebih menekankan pada peningkatan 3 kekuatan militer, yaitu angkatan darat, angkatan laut, maupun angkatan udara. Xi Jinping juga tetap menjalankan doktrin 5 prinsip hidup berdampingan secara damai yang pernah dikemukakan oleh PM China Zhou Enlai pada tahun 1953.

Doktin dan Strategi militer yang diterpakan oleh Cina juga tidak terlepas dari kepentingan nasional Cina. Dengan didukung oleh kekuatan milter yang sangat besar Cina berusaha untuk tetap mempertahankan eksistensinya, khususnya di Asia Pasifik, sebagai salah satu negara Super Power baru. Hal ini 9 dapat kita lihat dari beberapa kasus dimana Cina berusaha untuk meredam hegemoni Amerika Serikat di beberapa kawasan, baik melalui Hard Power, maupun Soft Power seperti hak veto yang dimiliki Cina sebagai anggota tetap dewan keamanan PBB. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Cina yang sangat pesat juga harus diimbangi dengan pertumbuhan kekuatan militernya sebagai antisipasi dari ancaman, baik ancaman yang datang dari luar maupun ancaman yang datang dari dalam negeri Cina sendiri.

 

Rangkuman Ketahanan Nasional

A. Pengertian Ketahanan Nasional

      Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas , integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.

 

B. Asas Asas Ketahanan Nasional

  1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan

         Kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan.

     2.  Asas Komprehensif Intergral atau Menyeluruh Terpadu

          Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral).

     3.  Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Ke Luar

          Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. 9 Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).

           Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

       4.  Asas Kekeluargaan

            Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.

C. Sifat Sifat Ketahanan Nasional

  1. Mandiri

           Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas , integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang 10 saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).

     2.  Dinamis

          Ketahanan nasional tidaklah tetap melainkan dapat meningkat dan atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya. Oleh karena itu, upaya peningkatan ketahanan nasional harus selalu diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

     3.  Wibawa

           Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasonal yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indoesia.

      4.  Konsultasi dan Kerjasama

            Konsepsi ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

 

D. Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional

  1. Kedudukan

           Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.

      2.  Fungsi

            Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.